Rabu, 9 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Tempuh Upaya Hablumminannas dan Hablumminallah

Cara Walikota Arief Wismansyah Tangani Pandemi Covid-19

Oleh Deddy Maqsudi
Jumat, 23 Okt 2020 14:50 WIB
Rubrik Headline, Kota Tangerang, Metro Tangerang
Tempuh Upaya Hablumminannas dan Hablumminallah

SANTAI: Walikota Tangerang Arief Wismansyah saat berbincang santai dengan pimpinan Satelit News. (DEDE KURNIAWAN/SATELIT NEWS)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Kota Tangerang merupakan kota yang memiliki segudang program dalam rangka penanganan dan pemulihan pandemi Covid-19. Bantuan sosial dalam berbagai bentuk, internet sekolah, ketahanan pangan, aturan protokol kesehatan, penyediaan rumah isolasi, relaksasi pajak, adalah beberapa program yang sudah digelontorkan. Selain ikhtiar tersebut di atas, Pemkot Tangerang mewajibkan para aparaturnya untuk melakukan istighosah setiap pagi menjelang kerja. Berikut wawancara Satelit News dengan Walikota Tangerang Arief Wismansyah.

 

Tanya

Kota Tangerang merupakan salah satu daerah yang dua kali menjadi zona merah Covid-19. Sejauh mana Pemkot Tangerang mengatasi masalah ini?

 

Jawab

Ketika pertama kali kasus terjadi di pertengahan Maret, kita langsung bangun aplikasi Sirona (usir corona), kemudian kita bangun Sigacor (siaga corona). Kita bikin sampai ke kelompok masyarakat hingga tingkat RW. Ketika kasus naik, kita bikin sampai tingkat RT.

 

Tanya

BeritaTerbaru

Gandeng Bank Nasional, Alam Sutera Group Expo 2026 Targetkan Penjualan Rp300 Miliar

Gandeng Bank Nasional, Alam Sutera Group Expo 2026 Targetkan Penjualan Rp300 Miliar

Selasa, 8 Sep 2026 21:15 WIB
YSH Bantah Isu Perpindahan Siswa Dampak Konflik dengan UIN Jakarta

YSH Bantah Isu Perpindahan Siswa Dampak Konflik dengan UIN Jakarta

Selasa, 8 Sep 2026 20:53 WIB
Pura-Pura Tes Motor dan Dibawa Kabur, Seorang Pria di Solear Ditangkap Warga

Pura-Pura Tes Motor dan Dibawa Kabur, Seorang Pria di Solear Ditangkap Warga

Selasa, 8 Sep 2026 20:47 WIB
48 Jam Pabrik Plastik di Balaraja Tangerang Terbakar, 33 KK Diungsikan

48 Jam Pabrik Plastik di Balaraja Tangerang Terbakar, 33 KK Diungsikan

Selasa, 8 Sep 2026 20:25 WIB

Baca Juga: Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Pemkot Tangerang Terapkan PJJ Mulai Hari Ini

Apakah efektif dengan membangun aplikasi tersebut?

 

Jawab

Karena dalam mengambil keputusan itu harus diputuskan dengan data yang valid dan akurat, maka semua data harus disinkronkan. Di aplikasi Sirona itu data puskesmas, rumah sakit, ketersediaan alat medis dan lain sebagainya ada di situ. sedangkan kaitan kebutuhan dan kondisi masyarakat adanya di Sigacor. Dari situ kita mengembangkan program yang ada.

 

Tanya

Strategi apa yang dilakukan Pemkot Tangerang untuk menangani Covid-19

 

Jawab

Baca Juga: Gedong Tinggi Ciledug Dibongkar, Pemkot Tangerang Kaji Sisa Bangunan untuk Rekonstruksi

Penanganan Covid-19 sebenarnya kuncinya ada tiga, preventif, promotif dan kuratif. Pencegahan, sosialisasi dan penyembuhan. Dari tiga program itu, kita belajar. Jadi dulu kita pernah dapat bahan dari Kemendagri bagaimana Wuhan menangani kasus Covid-19. Jadi yang terpenting dalam memutus rantai Covid-19 itu salah satunya close contact manajemen dan yang kedua sinkronisasi atau kekompakan, semua berperan serta.

 

Tanya

Dampak apa yang dirasakan, khususnya para pegawai di Pemkot Tangerang

 

Jawab

Kita semua terdampak, termasuk di Pemkot. Semua kegiatan dipangkas, bedanya kita masih terima gaji. Jadi saya berpikiran, pandemi ini harusnya membuat ASN di daerah mengabdi kepada negara. ASN harus berada di garda terdepan. Makanya kita bikin program operasi aman bersama. Ketika pas zona merah, aman bersamanya intens. Semua pegawai dibagi per OPD, dibagi per wilayah untuk memastikan kondisi wilayahnya. Dulu ketika pertama Covid-19, ada ceck point, setelah itu tidak ada lagi. Tapi sekarang programnya tetap ada, namun di wilayah-wilayah. Kita harus terus membangun budaya baru di masa pandemi.

 

Tanya

Apa upaya lain yang dilakukan

 

Jawab

Konsepnya sederhananya, TMS, terstruktur, massif dan sistematis. Kebijakannya dari atas sampai ke bawah serentak, harus banyak dan harus sistematis. Dan sekarang kita sharing di grup mana yang masih merah, mana orange, mana merah, mana hijau. Jadi ada gengsi juga dari camat. Kalau kecamatannya merah, mereka dorong lagi apa itu masalahnya, kenapa bisa begitu hingga ditemukan akar dan solusinya.

 

Tanya

Di daerah lain ada kebijakan rumah isolasi, bagaimana di Kota Tangerang

 

Jawab

Rumah isolasi di Kota Tangerang terus bertambah, tidak hanya mengandalkan satu tempat. Maksudnya, kita akan tambah kalau ada yang sudah penuh. Sebelumnya kita siapkan Puskesmas, kemudian rumah isolasi di Jurumudi Baru, rumah sakit. Masih kurang juga, kita tambah di Hotel Kryad. Penyediaan rumah isolasi ini dimaksudkan agar pasien terpapar corona dititipin ke kita agar tak memaparkan ke yang lain.

 

Tanya

Seperti apa sinergi dengan intansi atau lembaga lain

 

Jawab

Kita libatin TNI Polri. Kita anggarkan dana hibahnya, supaya mereka semangat ke bawah. Kita juga libatkan beberapa organisasi, seperti KNPI, Karang Taruna dan lainnya.

 

Tanya

Pandemi ini berdampak pada kehidupan ekonomi. Upaya apa yang dilakukan

 

Jawab

Krisis kesehatan pasti dampaknya ke ekonomi. Tapi yang kita antisipasi adalah krisis sosial. Sekarang orang gak makan karena gak punya kerjaan. Makanya kita masukin datanya. Pokoknya semua yang terdampak kita masukin. Itu semua datanya ada di aplikasi sidata.

Lalu Di kampung Sigacor, kita bikin kebijakan jangan sampai gak makan. Kita beri 3 kwintal beras per RW tiap dua minggu sekali. Nama programnya lumbung pangan. Maksudnya, selain menerima bantuan dari pusat atau provinsi, kita backup juga bilamana di salah satu keluarga ada yang kekurangan. Jadi tinggal ambil di RW. Selain pemerintah bantu, warga juga bisa sedekah bareng.

Kita juga membuat kebijakan kelonggaran untuk usaha ekonomi. Karena sebagaimana yang kita dapatkan di lapangan, ternyata keramaian bukan di pusat perbelanjaan, kios atau toko. Tapi di tempat-tempat kuliner. Makanya hanya tempat kuliner yang tidak kita longgarin jam operasionalnya.

Dan untuk UMKM kita juga memberikan bantuan lewat aplikasi Tangerang BISA (bantuan insentif startup anda). Kemudian ada internet gratis buat siswa yang sudah kita bikin di 500 RW se-Kota Tangerang.

 

Tanya

Mengenai penanganan Covid-19, terobosan apa yang membedakan dengan daerah lain

 

Jawab

Saya tidak tahu kalau di daerah lain. Yang pasti kalau di Kota Tangerang, kita konsepnya bukan lagi tenaga kesehatan yang berada di garis terdepan, tapi masyarakatlah yang harus berada di depan. Karena yang terpapar kan masyarakat, makanya masyarakatnya kita dorong untuk terus bersosialisasi 3M plus dua. Mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, meningkatkan imun dan menjaga gaya hidup (makanan).

Program lainnya kita bikin istighosah setiap pagi untuk para ASN. Karena kita mikirnya kita usaha secara duniawi sudah, terus kita ketemu kyai-kyai. Akhirnya kita bikin istighosah. Jadi urusannya itu hablumminannas dan hablumminallah. Makanya kan sekarang sebagian ASN ada yang WFH, terus taunya dia kerja bagimana? Itu setiap pagi setengah delapan, absennya ya zoom meeting. Yang non muslim juga kita bikin aplikasi. Jadi semua kita udah dicoba di Kota Tangerang. Yang penting setiap masalah itu adalah ikhtiarnya. (dm)

Tags: arief wismansyahpandemi covid-19pemkot tangerangpsbb kota tangerang
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

40 Guru Madrasah di Kabupaten Tangerang Dapat Beasiswa S1 Gratis
Edukasi

40 Guru Madrasah di Kabupaten Tangerang Dapat Beasiswa S1 Gratis

Selasa, 8 Sep 2026 20:12 WIB
Lapangan Basket Ahmad Yani Kota Tangerang Ditutup Sementara
Bola & Sport

Lapangan Basket Ahmad Yani Kota Tangerang Ditutup Sementara

Selasa, 8 Sep 2026 20:01 WIB
Hingga Hari Keempat, Kebakaran Tumpukan Sampah di Pinang
Headline

Hingga Hari Keempat, Kebakaran Tumpukan Sampah di Pinang Belum Padam

Selasa, 8 Sep 2026 19:53 WIB
Gubernur Banten Andra Soni. (ISTIMEWA)
Banten Region

Pengadaan 500 Ribu Perumahan Di Banten Terkendala Lahan

Selasa, 8 Sep 2026 18:41 WIB
Pemkab Tangerang Targetkan 1.100 Aspontren Rampung Tiga Tahun
Kabupaten Tangerang

Pemkab Tangerang Targetkan 1.100 Aspontren Rampung Tiga Tahun

Selasa, 8 Sep 2026 17:54 WIB
Headline

Antisipasi Sisa Abu Vulkanik, PJJ di Tangsel Diperpanjang hingga 9 September

Selasa, 8 Sep 2026 11:09 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

Abu Anak Krakatau Tutup Bandara Soekarno-Hatta, 22.798 Penumpang Terdampak

Abu Anak Krakatau Tutup Bandara Soekarno-Hatta, 22.798 Penumpang Terdampak

Minggu, 6 Sep 2026 16:05 WIB
PT PWI 6 Bakal Cabut dari Lebak, Nasib Buruh Jadi Sorotan

PT PWI 6 Hengkang, Wabup Lebak Sentil Pengganggu Investasi

Kamis, 3 Sep 2026 18:32 WIB
Gyokai Indonesia Kompeten Gandeng UNTARA, Siapkan Lulusan SMK Kuliah Sambil Bekerja

Gyokai Indonesia Kompeten Gandeng UNTARA, Siapkan Lulusan SMK Kuliah Sambil Bekerja

Rabu, 2 Sep 2026 12:32 WIB
Peringati Hari Lahir Kejaksaan, Kejari Kabupaten Tangerang Ziarah ke Makam Raden Aria Wangsakara

Peringati Hari Lahir Kejaksaan, Kejari Kabupaten Tangerang Ziarah ke Makam Raden Aria Wangsakara

Rabu, 2 Sep 2026 22:05 WIB
Kirim Nakes ke NTT, PMI Banten Bawa 130 Kg Obat untuk Bantu Pengungsi

Kirim Nakes ke NTT, PMI Banten Bawa 130 Kg Obat untuk Bantu Pengungsi

Rabu, 2 Sep 2026 20:34 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.