SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG—Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Pandeglang, Doni Hermawan mengatakan, pembangunan kawasan perdesaan menjadi salah satu upaya yang dilakukan pemerintah, untuk mengangkat potensi desa yang dinilai belum tergali.
“Sekarang di Pandeglang sudah ada tiga kawasan yang sudah terbentuk mulai dari Kawasan Labuan, Kawasan Jiput, Kawasan Kaduhejo, dan Kawasan Cimanggu,” kata Doni pada kegiatan Rapat Evaluasi program PKP di Aula DPMPD Pandeglang, Selasa (1/12).
Sebelum dibentuk PKP menurut Doni, harusnya diinventarisir dahulu potensi yang dimiliki oleh desa tersebut. Dengan begitu kata dia, akan terlihat potensi apa yang dapat dikembangkan.
“Di Kawasan Labuan dan Jiput, kami mengembangkan agro wisata dan agro ekonomi, mulai dari pengepakan ikan dan beras. Di Kaduhejo, kami kembangkan ayam petelur yang setiap harinya saat ini baru menghasilkan 23 Kg. InsyaAllah, ini terus kami kembangkan bersama Bumdes setempat,” jelasnya.
Masih kata Doni, pada rapat evaluasi ini akan ada penambahan kawasan perdesaan, yaitu wilayah Kecamatan Sumur yang siap bekerjasama untuk mengembangkan potensi desanya.
“Kurang lebih ada 5 desa disana yang siap bekerjasama, salah satunya Desa Tunggaljaya. Saya harap ini jadi momen untuk mengembangkan potensi desa di wilayah Kecamatan Sumur,” ungkapnya.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Percepat Bangun Flyover Sudirman
Terkait sumber permodalan Doni mengaku, bisa dari berbagai sumber baik itu daerah, provinsi atau pusat. “Saat ini baru dikisaran angka 10 juta saja untuk setiap BUMDes,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang yang juga selaku ketua Tim Koordinasi Pembangunan Kawasan Perdesaan (TKPKP), Pery Hasanudin meminta, dalam rapat evaluasi itu agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, bisa terus mendorong dalam pembangunan kawasan perdesaan sehingga menjadi desa yang maju.
“Dalam membangun kawasan perdesaan, siapapun bisa terlibat termasuk swasta. Saya harap OPD teknis bisa berbagi tugas, dalam pengembangan kawasan perdesaan ini,” pungkasnya. (nipal/aditya)
