SATELITNEWS.ID, SEPATAN—Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Gempol Sari, Kecamatan Sepatan Timur, mengeluhkan banyaknya buah yang busuk dari BPNT, Jumat (11/12) lalu.
Salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) asal Desa Gempol Sari, Suryanah (47) mengatakan, bahwa buah-buahan yang dia terima dari BPNT sudah membusuk. Menurut janda setengah baya itu, dia mengambil bantuan BPNT di rumah ketua kelompok. Dia tidak menyangka buah jeruk yang diterima tidak layak untuk dikonsumsi manusia. Katanya, walaupun KPM tergolong warga tidak mampu, tetap seorang manusia bukan hewan.
“Saya dapat BPNT, terus jeruknya busuk. Telurnya cuma ada 13 butir. Biasanya, jeruknya tidak busuk, telurnya juga ada 17 atau 16 butir, tapi kali ini kenapa bisa seperti ini,” kesal Suryanah kepada Satelit News, Minggu (13/12).
Suryanah mengaku, sangat kesal kepada pengurus BPNT Desa Gempol Sari, karena bantuan yang diterimanya tidak sesuai untuk dikonsumsi manusia. Dia juga meminta kepada pemerintah agar bergerak cepat untuk memberi peringatan kepada pengurus BPNT yang nakal.
“Terus terang saya sangat kecewa sekali, karena ini buahan sudah busuk yang sepantasnya untuk binatang bukan buat saya. Kalau bisa semua petugasnya diberikan peringatan, supaya tidak lagi beri buahan busuk kepada manusia,” tukasnya.
Ketua kelompok BPNT Desa Gempol Sari, Acung menyebut, bantuan yang diberikan untuk KPM Suryanah diambil dari ketua kelompok di Desa Kedaung. Dia mengaku tidak mengetahui, kalau bantuan yang diambilnya untuk KPM BPNT sudah ada yang rusak.
“Kalau bantuan saya ambilnya di Kedaung sudah dibungkus sama plastic. Jadi saya tidak tahu kalau buahnya ada yang sudah busuk. Kalau memang saya tahu ada buah yang busuk, tidak mungkin saya berikan ke KPM,” keluhnya.
Sementara itu, Koordinator Kecamatan (Korcam) Sepatan Timur, Basarudin membenarkan apa yang diutarakan Acung, karena bantuan untuk KPM BPNT tidak terlihat oleh mata. Maka dari itu, dia tidak menyalahkan sepenuhnya kepada ketua kelompok.
“Bantuannya didrop di Kedaung, lalu dikirim ke Gempol Sari, apa yang disampaikan Acung itu betul, barang semuanya sudah dibungkus. Jadi ketua kelompok tidak tahu ada buah yang sudah busuk di dalam bungkusan,” ujarnya.
Menurut Basar, dalam program BPNT sangat dibutuhkan adanya peran penting ketua kelompok di setiap desa. Dia berjanji akan menegur keras, bilamana ada penyuplai atau ketua kelompok yang nakal terhadap bantuan KPM.
“Peran ketua kelompok, bila ada aduan KPM, bisa disampaikan ke pendamping. Ini jadi catatan buat kita, apakah supplier kirim buah busuk, atau rusak di jalan, atau juga kelamaan disimpan ketua kelompok. Bila ada supplier kirim buah busuk, atau ketua kelompok ambil barang bantuan, saya akan non aktifkan,” pungkasnya. (alfian/aditya)