SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Organisasi di bawah naungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang harus “gigit jari” tahun ini. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Kwarcab Pramuka dan National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) Kota Tangerang tidak mendapatkan dana hibah dari Pemkot Tangerang di tahun 2021.
Ketua KONI Kota Tangerang, Hadi menyatakan dana hibah tidak didapatkan karena keterlambatan organisasinya dalam mengajukan permohonan ke website Sabakota. Keterlambatan serupa dialami KNPI, Pramuka dan NPCI.
“Mulanya memang keterlambatan di dalam memasukkan permohonan hibah. Dari pihak organisasi harusnya masukin permohonan ke sistem online Pemda. Karena waktu itu lagi pandemi akhirnya telat. Terakhir 30 April 2020,” ujar Hadi kepada Satelit News, Senin (4/1).
Hadi menuturkan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang mengambil alih sejumlah pendanaan kegiatan olahraga. Diantaranya, pendanaan pemusatan latihan cabang (Puslatcab) Tangerang Ayo Juara. Data atlet dan pelatih Puslatcab diperoleh Dispora dari KONI Kota Tangerang.
“Jadi dananya ada langsung di Dispora, pembinaan dan lain-lain,” imbuh Hadi.
Hadi mengklaim ketiadaan dana hibah tidak berdampak signifikan terhadap KONI. Perubahan anggaran kegiataan olahraga yang kini berada di Dispora juga disebut Hadi menguntungkan pihak KONI.
Baca Juga: Lelang Rehab GOR Nambo Disorot Kadin Kota Tangerang, Ini yang Dipertanyakan
“Malah dari pihak KONI lebih enak, kita lebih fokus ke program pembinaan. Kalau pertanggungjawaban dibantu Dispora. Jadi sama kayak KONI Surabaya. Uangnya di Dispora jadi KONI fokus sama pembinaan, pertanggungjawaban keuangan Dispora,” jelasnya.
Meski demikian, Wakil Ketua KONI Kota Tangerang Arsani Maidi mengatakan ketiadaan dana hibah memiliki dampak kepada pembinaan olahraga. Diantaranya adalah pengurus cabang (Pengcab) olahraga tidak memperoleh dana pembinaan. KONI pun tak memiliki anggaran untuk kesekretariatan.
“Yang ada untuk 2021 hanya dana honor pelatih, honor atlet, dana try out dan dana kegiatan. Selama ini kan ada uang pembinaan setiap semester yang KONI berikan ke Pengcab dari dana hibah untuk menutupi kebutuhan cabor. Internal KONI sendiri tidak ada dana operasional kesekretariatan,”jelasnya.
Ketua KNPI Kota Tangerang, Uis Adi Dermawan menjelaskan dana hibah pada tahun 2021 akan diganti dalam bentuk kegiatan. Sehingga, bila KNPI ingin mengadakan kegiatan tinggal mengajukan ke Dispora.
“Kalau kemarin kita terima langsung anggarannya kemudian kita yang menyelenggarakan. Kalau tahun 2021 ya kegiatannya ada, cuma di dinas gitu. Jadi hibahnya dalam bentuk kegiatan,” ujarnya.
Uis menuturkan sistem ini berdampak pada Organisasi Kepemudaan (OKP) yang berada di bawah naungan KNPI. Biasanya OKP mendapat dana stimulus dari KNPI yang bersumber dari dana hibah. Namun, di tahun 2021 ini sudah tidak lagi.
Baca Juga: Didesak Ambil Alih Pelaksanaan Porprov VII 2026, Begini Pernyataan Ketua KONI Banten
“Ini nggak bisa dianggarkan untuk OKP. Kalau mau dianggarkan per kegiatan terlalu banyak, jadi tidak memungkinkan,” kata Uis.
Namun hal ini kata dia tidak berdampak pada pembinaan. Walaupun OKP tidak mendapat stimulan kegiatan, KNPI tetap akan bersinergi.
“Bekerja sama dengan pemerintah dan swasta karena pembinaan OKP penting juga,” imbuhnya.
Dikonfirmasi terpisah, Engkos Zarkasy yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga pada April 2021 lalu enggan berkomentar. Dia beralasan sudah pindah tugas menjadi Asisten Daerah III Kota Tangerang.
Sementara itu, Kepala Bidang Olahraga untuk Dispora Kota Tangerang, Ujang H G membenarkan tidak adanya dana hibah organisasi di tahun 2021. Namun, dia enggan berkomentar lebih banyak.
“Itu saya belum belajar aturannya. Nanti saya pelajari dulu ya,” pungkasnya. (irfan/gatot)
Baca Juga: Dispora Kota Tangerang Dukung Kegiatan Eltekers Indonesia Sejahtera
