SATELITNEWS.ID, SERANG–Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan (DPKPTB) Kabupaten Serang menyebut, program pembangunan untuk Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), menurun. Tahun 2021 ini, hanya sekitar 750 unit, dari semula di tahun 2020 mencapai 925 unit rumah.
Kepala Bidang (Kabid) Perumahan dan Gedung Pemerintahan DPKPTB Kabupaten Serang, Tony Kristiawan mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menganggarkan Rp15 Miliar untuk pembangunan Rutilahu, dengan nilai Rp 20 juta per unit.
Ia mengaku, tidak tahu kenapa berkurangnya besaran bantuan untuk Rutilahu tahun 2021. Sebab dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), hanya mengalokasikan untuk 750 unit rumah. “”Di Perkim, banyak yang harus dibangun, ada perumahan, jalan lingkungan, air bersih dan lain-lain. Kalau buat perumahan semua, nanti yang lain tidak tertangani. Mudah-mudahan pendanaan Rutilahu, maunya naik terus, bisa pakai APBD, APBN dan CSR. Tapi CSR kembang kempis juga,” kata Tony, Selasa (5/1).
Katanya, untuk teknis pengerjaannya masih akan sama dengan tahun sebelumnya, yakni melalui pemberdayaan, dengan gotong royong swadaya masyarakat lebih efektif. “”Jadi bentuknya bantuan uang. Kalau material pernah dilaksanakan juga tahun 2016, pakai kontraktor malah nggak efektif. Teknis lapangan ada kelompok penerima, fasilitator, bank penyalur, toko material, nanti kita kumpulkan semua ada unsur tim teknis kita, DPMD, Camat dan Desa sama TFL (Tenaga Fasilitator Lapangan),” ujarnya.
Disinggung terkait sisa Rutilahu yang belum mendapat bantuan, kata dia, jika menggunakan data 2019 saat ini masih ada sekitar 4.400 unit lagi. “Itu sampai 2020, kalau 2021 belum dimasukan,” tandasnya.
Kepala Seksi (Kasi) Perumahan DPKPTB Widi Ardiansyah menambahkann, secara rinci total bantuan pembangunan untuk Rutilahu di tahun 2021 yakni, dari APBD Kabupaten Serang sebanyak 750 rumah, APBN rencananya 1.500 unit dan dari Provinsi, masih belum ada informasi yang pasti.
“Tapi biasanya, Provinsi tidak kurang dari 100 unit seperti tahun kemarin (tahun 2020,red),” ujar Widi.
Ditambahkannya, bantuan dari APBD Kabupaten Serang tahun ini justru menurun. Sebab pada tahun 2020, mencapai 925 unit rumah. Sedangkan tahun 2021 hanya 750 unit. “Berarti sekitar 200 sekian ada penyusutan. Kalau pusat, ada peningkatan, tahun 2020 APBN itu 1.350 unit, sekarang 1.500 unit, jadi ada penambahan 150 unit,” imbuhnya. (sidik/mardiana)