SATELITNEWS.ID, PONDOKAREN—Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan memprioritaskan vaksin tahap pertama untuk ribuan tenaga kesehatan (Nakes). Kendati demikian, Wali Kota Tangerang Airin Rachmi Diany menegaskan belum semua tenaga kesehatan akan divaksin pada proses vaksinasi, Kamis (14/1) mendatang
Airin menjelaskan, pada tahap pertama, Pemkot Tangerang Selatan mendapatkan jatah 8.901 dosis vaksin Covid-19 dari Provinsi Banten. Sementara jumlah tenaga kesehatan di Tangsel sebanyak 10.461 orang. Dengan demikian, masih terdapat kekurangan sebanyak 1.560 dosis vaksin untuk tenaga kesehatan.
“Vaksinasi tahap awal dilakukan bagi 10.461 petugas medis, setelah itu baru masyarakat,” ungkap Airin Rachmi Diany saat menemani tinjauan Menkominfo Jhonny G Plate di Puskesmas Jurang Mangu, kemarin.
Airin mengatakan, pihaknya telah menyiapkan 67 fasilitas pelayanan kesehatan untuk menjadi lokasi vaksinasi Covid-19. “Ada 67 fasyenkes. Terdiri dari 29 puskesmas salah satunya Jurang Mangu, ditambah 1 rumah sakit umum daerah dan 24 RS swasta, plus 14 klinik,” kata Airin. Nantinya, kata Airin, jumlah dosis vaksin yang akan dikirimkan ke lokasi vaksinasi akan disesuaikan dengan jumlah peserta.
“Nanti setelah ketahuan berapa, misalnya yang memilih di Jurangmangu, Dinas kesehatan nanti otomatis mendrop untuk vaksinnya,” kata Airin.
Menurut Airin, Vaksin jenis Sinovac tersebut dalam proses pengiriman dan akan disimpan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Tangerang Selatan.
Baca Juga: 84 Pegawai Non-ASN RSUD Serpong Utara Dirumahkan
“Vaksin 8.901 sedang diambil dari Dinas Provinsi Banten insya Allah hari ini selesai dan disimpan di Storage Dinas Kesehatan,” pungkasnya.
Terkait vaksinasi, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan pemberitahuan informasi soal vaksinasi Covid-19 tahap pertama melalui layanan SMS secara nasional termasuk wilayah Tangerang Selatan dimulai Selasa (12/1). SMS blast tersebut akan dikirimkan kepada penerima vaksin tahap pertama selama dua hari hingga Rabu (13/1).
“Setelah didata siapa saja yang akan menerima vaksin. Hari ini dan besok akan dilakukan SMS blast kepada hampir 1,5 juta penerima vaksin tahap pertama,” ujar Johnny, kemarin.
Menurut Johnny, tenaga kesehatan yang telah terdaftar sebagai peserta akan mendapatkan informasi berupa waktu dan lokasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19. “Mereka nanti akan mendapat informasi kapan dan di mana untuk melakukan vaksinasi,” ungkapnya.
Johnny kemarin melakukan peninjauan uji coba sistem informasi satu data vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Jurangmangu, Pondok Aren, Tangsel, Selasa (12/01). Sistem tersebut merupakan hasil kerja bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Kesehatan, Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan PT Telkom Indonesia. Selain mengintegrasikan aplikasi dan database, satu data vaksinasi Covid-19 juga dilengkapi mekanisme verifikasi dan keamanan data pribadi.
“Saya berkunjung ke Puskesmas Jurang Mangu Kecamatan Pondok Aren Kota Tangerang Provinsi Banten dalam rangka persiapan akhir sebelum dilakukannya proses vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Melalui uji coba yang baru saja dilakukan, saya ingin menyampaikan bahwa sistem informasi ini telah siap digunakan untuk program vaksinasi Covid-19,” ungkapnya.
Baca Juga: Airin Kembali Pimpin Golkar Tangsel
Dalam kunjungan itu, Menteri Kominfo menyaksikan tahapan proses vaksinasi yang dalam tahap pertama ini ditujukan untuk petugas kesehatan dan pendukungnya.
“Hari ini yang disaksikan di sini yang dilihat bahwa prosedur vaksinasi dalam 7 tahap dan melewati 4 desk. Di Puskesmas semuanya tersedia dan dilakukan dengan baik juga,” tuturnya.
Johnny Plate mengungkapkan, selama program Vaksinasi Covid-19, Puskesmas dilengkapi dengan fasilitas akses internet dengan bandwith yang cukup agar proses vaksinasi dapat dilakukan dengan baik.
“Pendataan dalam rangka satu data Vaksinasi Covid-19 dapat dilakukan dengan baik dan benar. Proses ini harus dilakukan mengingat vaksinasi dilakukan dalam dua dosis. Kali ini dosis pertama dan dalam jangka waktu dua minggu atau 14 hari akan dilakukan vaksinasi yang kedua,” jelasnya.
Proses vaksinasi sudah siap dan akan dilaksanakan bertahap dimulai dari tenaga medis dan tenaga pendukung. “Setelah siap untuk melakukan vaksinasi, sistem teknologi informasi dan digital juga telah siap dalam rangka mendukung vaksinasi,” ungkapnya.
Dia menyatakan kesiapan sistem Satu Data Vaksinasi Covid-19 mencakup integrasi data, sistem keamanan, dan mekansime verifikasi.
“Sistem Satu Data Vaksinasi Covid-19 mengintegrasikan data lintas kementerian dan lembaga untuk menghasilkan sistem yang komprehensif, baik untuk tahap pendaftaran, distribusi, pelaksanaan, hingga monitoring pelaksanaan vaksinasi pertama dan kedua,” jelasnya.
Ada tiga aplikasi yang diintegrasikan untuk meningkatkan efisiensi kinerja sistem Satu Data Vaksinasi Covid-19, yaitu aplikasi PeduliLindungi dari Kementerian Kominfo dan Kementerian BUMN yang digunakan dalam tracking-tracing-fencing akan digunakan untuk melakukan registrasi ulang bagi masyarakat penerima vaksin. Kemudia aplikasi PrimaryCare dari BPJS Kesehatan yang telah digunakan di berbagai fasilitas kesehatan sejak 2014 juga akan digunakan untuk melakukan pencatatan hasil vaksinasi; dan Aplikasi SMILE dari Kementerian Kesehatan dan United Nations Development Program (UNDP) digunakan untuk melakukan monitoring distribusi vaksinasi dari tingkat Provinsi hingga ke setiap fasilitas layanan kesehatan (fasyankes).
“Perlu kami tekankan bahwa sistem keamanan dan kebijakan privasi ketiga aplikasi ini sudah terbukti aman dan masyarakat tidak perlu khawatir, terutama dalam melakukan registrasi ulang melalui aplikasi PeduliLindungi,” tegasnya.
Selain aplikasi terintegrasi, dia menyatakan Kementerian Kominfo melalui Badan Layanan Umum (BLU) BAKTI juga telah menyelesaikan penyediaan akses Internet 3.126 titik fasyankes yang sebelumnya tidak terfasilitasi dengan baik. Selain itu, Pemerintah juga telah melengkapi sistem digital dengan mengerahkan Satuan Babinsa dari TNI dan Satuan Babinkamtibmas dari Polri untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi di lapangan.
“Secara khusus, satuan pasukan ini akan membantu melakukan verifikasi dan registrasi ulang secara offline (luar jaringan/luring) bagi masyarakat yang kesulitan mengakses kanal registrasi online (daring) PeduliLindungi,” paparnya. (mg1/jarkasih/gatot)
























