SATELITNEWS.ID, CIPONDOH—Wafatnya Syekh Ali Saleh Mohammed Ali Jaber menimbulkan duka kepada umat muslim di Indonesia, Kamis (14/1). Tak terkecuali di Tangerang. Syekh Ali Jaber, sapaannya, pertama kali memulai dakwah di Indonesia dengan mengajar di Pondok Pesantren, Daarul Quran, Cipondoh, Kota Tangerang. Di pesantren yang sama ulama moderat itu dimakamkan.
Syekh Ali Jaber dimalamkan di lingkungan Pondok Pesantren Daarul Quran, Cipondoh yang didirikan oleh Ustaz Yusuf Mansyur. Jenazah Syekh Ali Jaber tiba di pemakaman sekira pukul 16.05 dengan diiringi mobil pengantar. Setibanya di lokasi, jasad pria kebangsaan Arab Saudi ini langsung disalatkan oleh keluarga serta jamaah di masjid kawasan pesantren tahfiz Alquran tersebut.
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah tampak hadir di pemakaman Syekh Ali Jaber. Arief mengaku sempat menerima pesan dari ulama asal Madinah itu. Syekh Ali Jaber, kata Arief, sempat berpesan untuk mengamalkan kebaikan demi kemajuan Indonesia. Serta, menjaga kesatuan Indonesia agar tak terpecah belah.
“Jangan sampai seperti yang terjadi di negara kawan kita di Timur Tengah. Itu amanahnya beliau. Jadi, mudah-mudahan kita satukan bangsa kita ini untuk senantiasa bahu-membahu dan mudah-mudahan kita semua diberikan kelancaran dalam menjalankan yang beliau ajarkan kepada kita semua,” kata Arief di Pesantren Daarul Quran, Cipondoh, kemarin sore.
Ustaz Yusuf Mansyur mengatakan dirinya memberikan lahan untuk pemakaman Syekh Ali Jaber sebagai tanda terima kasih. Terlebih Syekh Ali Jaber sempat tinggal di sana pada 2008 lalu.
“Syekh Muhammad sudah dianggap anak oleh ibu saya. Waktu ibu saya dimakamkan, Syekh Muhammad turun ke makam. Untuk kemudian menggali langsung. Ikut memakamkan di makam ibu saya,” ujarnya.
Yusuf Mansyur mengungkapkan kalau dirinya pula mendapat amanah langsung dari Syekh Ali Jaber untuk dimakamkan di Daarul Quran. Daarul Quran kata Yusuf Mansyur merupakan tempat tinggal pertama Syekh Ali Jaber di Indoensia. Sehingga banyak kenangan di pesantren tersebut.
“Ini ayah kami, ini paman kami, Alhamdulillah. Dan kenapa saya ahli di sini, saya dikasih tau oleh Syekh Muhammad bahwa Daarul Quran, termasuk yang pertama-tama yang menjadi rumah Syekh Muhammad dan Syekh Ali,” ungkapnya.
“Alhamdulillah bisa punya guru seperti Syekh Ali dan Syekh Muhammad. Guru yang tidak mau dianggap guru. Padahal Syekh Muhammad adalah guru. Saya pernah setoran beberapa hapalan Quran pada beliau,” tambah Yusuf Mansyur.
Adik Syeh Ali Jaber, Syekh Muhammad Jaber meminta kepada jamaah yang sekira memiliki utang piutang agar dialihkan kepadanya.
“Siapapun diantara jemaah punya hak, punya utang piutang kepada Syeikh Ali Jaber, alihkan kepada saya. Kalau ada diantara kalian yang bisa memaafkan beliau, alhamdulillah terima kasih. Biar beliau tenang di alam kubur,” pungkasnya.
Syekh Ali Jaber meninggal dunia di RS Yarsi Jakarta. Dia meninggal dunia setelah 19 hari dirawat di rumah sakit. Sebelumnya, ulama yang pernah ditusuk saat berdakwah itu dirawat di rumah sakit karena terpapar Covid-19. Namun, sebelum meninggal, Syekh Ali Jaber sudah dinyatakan negatif Covid-19. (irfan/gatot)