SATELITNEWS.ID, LEUWIDAMAR—Setiap musim panen durian, banyak pelancong sengaja datang ke kawasan Suku Baduy, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar. Mereka datang hanya untuk menikmati manisnya durian Baduy yang terkenal dengan rasa manisnya lantaran langsung dipetik dari pohonnya. Selain itu, harganya yang relatif terjangkau.
Salah satunya diungkapkan Delista. Gadis asal Kecamatan Curugbitung, ini mengaku sengaja datang ke Baduy hanya untuk menikmati rasa buah yang dikelilingi duri tajam itu. Durian Baduy, yang terkenal dengan manisnya itu membuat dirinya ketagihan, makanya ia setiap tahunya ketika musim buah yang berduri itu sengaja menyempatkan waktu datang ke Baduy. “Ia sengaja, setiap tahun sekali. Saya datang ke Baduy hanya untuk membeli durian,” katany, kemarin.
Menurutnya, rasa durian yang ia ketahui durian Baduy berbeda dengan durian pada umumnya. Karena, duriannya baru dipetik dari pohonnya, seakan rasanya asli durian jatuhan. Terlebih, kata Delista, Durian Baduy ini terkenal dengan manisnya sehingga membuat dirinya ketagihan.
“Enak aja rasanya, pokoknya kalau setiap kalau musim durian khususnya di Baduy, saya menyempatkan ke sini (Baduy) baik sama keluarga maupun bareng teman-teman,” ujarnya.
Namun di tahun ini, kata Delista aga sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Biasanya, pasokan durian dari Baduy dalam cukup banyak tapi tahun ini, informasinya sedikit berkurang entah apa penyebabnya. “Sekarang mah nggak banyak, nggak seperti tahun sebelumnya. Mungkin karena gagal panen atau apa,” imbuhnya.
Sementara, Asmun, warga Baduy Luar yang seorang pedagang durian mengaku, panen durian tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Pasalnya, tidak hanya pohon durian di kebunnya yang tidak berbuah melainkan banyak pohon durian warga Baduy lainnya tak berbuah. “Panen kali ini mah sedikit, banyak pohon durian yang gak berbuah. Jadi saya jual gak banyak,” kata Usman.
Baca Juga: Mudahkan Akses Wisata Baduy, Pemprov Berlakukan Tarif Satu Rupiah
Usman mengaku, durian yang kebanyakan matang dari pohonnya tersebut dijual dari mulai Rp35 rubu sampai Rp70 ribu. Hal itu, seiring dengan pasokan yang sedikit.
“Kalau pembeli banyak, tapi stok nya sedikit. Mereka yang datang ke sini (Baduy) warga di luar Desa Kanekes, bahkan ada juga yang dari luar Lebak. Mereka, hanya ingin memakan durian Baduy,” imbuhnya. (mulyana/made)
























