SATELITNEWS.ID, RANGKASBITUNG–Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lebak mencatat kunjungan wisatawan ke Lebak turun drastis selama tahun 2020 lalu hingga hampir mencapai 85 persen. Kondisi tersebut tak lain dan tak bukan sebagai akibat pandemi Covid-19.
Pariwisata menjadi salah satu sektor di tanah air yang loyo dipukul pandemi Covid-19 sejak awal tahun 2020. Kebijakan pemerintah dengan melakukan pembatasan-pembatasan berimbas pada objek wisata yang sepi dari kunjungan wisatawan.
Kabupaten Lebak sebagai salah satu daerah yang kaya akan objek wisata harus kehilangan kunjungan lebih dari satu juta wisawatan, baik wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman).
“Tahun 2019 jumlah kunjungan wisnus dan wisman mencapai 1.312.827 orang, tetapi turun sangat drastis pada tahun 2020 yang hanya 206.143 orang atau turun hingga 85 persen,” kata Kabid Destinasi Wisata Disparbud Lebak Luli Agustina, kemarin.
Menurutnya, penyebaran Covid-19 yang terus naik mengharuskan Pemerintah Kabupaten Lebak berbulan-bulan menerapakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), sehingga objek wisata dilarang beroperasi. Begitu juga dengan penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) yang membatasi jumlah kunjungan wisatawan. “Faktor lainnya tentu karena masyarakat yang khawatir untuk datang ke objek wisata, ya khawatir terjadi penularan,” ucap Luli.
Kepala Dispar dan Kebudayaan Lebak, Imam Rismahayadin mengatakan, kunjungan wisatawan pada tahun 2020 anjlok sekitar 85 persen. Sebanyak 32 objek dan daya tarik wisata di Lebak hanya dikunjungi 200 ribu orang sepanjang tahun 2020. “Jelas faktornya Covid-19. Semoga, Covid-19 bisa segera selesai agar wisatawan bisa datang kembali ke Lebak,” pungkasnya.(mulyana/made)
Baca Juga: Wisatawan Yang Tenggelam di Curug Goong Pandeglang Ditemukan Meninggal Dunia
