SATELITNEWS.ID, SERANG–Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Serang, mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk membangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang dilengkapi dengan mesin pengolahan sampah disetiap kecamatan.
Hal itu dikarenakan, sampai saat ini Kabupaten Serang tidak memiliki TPA, masih nebeng (numpang) ke Kota Serang. Padahal, potensi di Kabupaten Serang sangat memungkinkan untuk membuat TPA sendiri.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Serang, Tb Baenurzaman mengatakan, persoalan sampah terutama sampah plastik sangat mengkhawatirkan bagi lingkungan, lantaran sulit terurai. Oleh karena itu, pihaknya menginginkan ada TPA disetiap kecamatan yang dilengkapi mesin pengolahan. Supaya Kabupaten Serang tambahnya, bebas dari persoalan sampah.
“Karena untuk membuat TPA seperti Cilowong tanahnya susah, masyarakat tidak menerima. Nah kita harusnya mempunyai TPA per kecamatan, tetapi sampah itu bisa dikelola langsung di 29 Kecamatan,” kata Tb Baenurzaman, Rabu (3/2).
Namun tambahnya, sebelum dilakukan pembangunan ke TPA, terlebih dahulu harus dilakukan sosialisasi kepada masyarakat di kecamatan masing – masing. Menurutnya, masyarakat diberikan pemahaman terkait keuntungan dan manfaat apa saja, jika ada TPA disetiap kecamatan.
“Itu sangat bagus sebetulnya, karena sampah organik dan non organik sudah terpisah. Kalau plastik bisa didaur ulang buat mainan, gagang sapu atau pot bunga. Ini tentunya bisa meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) juga buat Kabupaten Serang,” ujarnya.
Baca Juga: 5 Perusahaan di Kabupaten Serang Dalam Pengawasan Komisi IV
Ditambahkannya, pihaknya akan segera membicarakan rencana itu dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang, pada saat rapat bersama atau hearing nanti. Sebab penanganan sampah ini juga pungkasnya, merupakan salah satu visi misi Bupati dan Wakil Bupati Serang terpilih Ratu Tatu Chasanah – Pandji Tirtayasa.
“Nanti akan kita dorong, kita kan tidak punya TPA, masih nebeng ke Cilowong, Kota Serang, bayar kita. Tapi kita juga harus di support oleh Provinsi Banten, karena sampah ini menyuluruh,” tandasnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten katanya, jangan hanya fokus pada pembangunan infrastruktur. Melainkan harus ada perhatian terhadap persoalan sampah di kabupaten/kota juga. “Kalau sampah sudah tidak ada atau dapat didaur ulang, kan sehat semua kita, masyarakat dan anak – anak kita juga. Sekarang limbah sampah meresap ke air, apakah tidak jadi penyakit ? kan penyakit itu,’ tuturnya.
Ditegaskannya, sebagai percontohan ia sudah menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri di daerahnya di Kecamatan Pabuaran. Setiap rumah difasilitasi plastik untuk menampung sampah, dan sampah tersebut setiap hari Jumat diambil ke rumah-rumah.
“Tapi sampah itu diambil oleh petugas desa, Alhamdulilah berjalan sampai sekarang. Dibawa ke tempat sampah, yang kita sediakan lahannya dan dibuang ke Cilowong. Kita bayar dengan iuran masyarakat,” imbuhnya. (sidik/mardiana)
