SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG–Sampai saat ini, pencairan Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Banten untuk Kabupaten Pandeglang, belum ada kejelasan. Bahkan besarannya-pun belum diketahui.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Pandeglang, Iis Iskandar mengatakan, hingga saat ini Bankeu dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten belum diturunkan. Ia mengaku, belum mengetahui secara pasti kapan akan realisasi. Karena belum mendapat informasi dari Pemprov Banten.
Namun diharapkan, Bankeu itu dapat direalisasikan pertengahan bulan Februari. Supaya Pemkab Pandeglang dapat merealisasikannya sesuai kebutuhan, baik untuk pembangunan maupun kebutuhan lainnya. “Kami belum tahu kepastian soal Bankeu itu, mungkin menunggu sampai bulan Maret. Mudah-mudahan minggu-minggu ini (di bulan Februari,red) ada kepastian. Sehingga kami bisa langsung start dan mempercepat realisasinya,” kata Iskandar, Rabu (3/2).
Ia juga mengaku belum mengetahui secara pasti berapa besaran Bankeu tersebut. Tapi, jika merujuk pada tahun 2020 lalu, Pemkab Pandeglang mendapat porsi Rp55 Miliar. Sehingga diharapkan, Bakeun tahun 2021 ini dapat melebihi dari besaran tahun 2020 lalu.
Sebab menurut Iskandar, Kabupaten Pandeglang butuh anggaran besar untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur. “Harapan kami Bankeu ada peninggkatan. Karena untuk melakukan pembiayaan-pembiayaan kegiatan pembangunan. Tahun 2020 lalu, kita dapat Rp55 Miliar,” tambahnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pandeglang, Utuy Setiadi mengaku, belum bisa memastikan Bankeu tahun ini perencanaan atau dialokasikan untuk apa. Sebab kata dia, pihaknya terlebih dahulu harus menunggu Peraturan Gubernur (Pergub).
Baca Juga: Pemulihan Pascabencana Sumatera, Fokus Geser ke Infrastruktur Permanen
“Mengenai penggunaanya, kami harus menunggu Pergub. Seperti tahun kemarin, Pergub pertama turun untuk infrastruktur, dan kami sudah usulkan lokusnya. Tetapi ketika pandemi Covid-19 meningkat, akhirnya Bankeu direfocusing untuk penanganan Covid-19,” ungkap Utuy.
Jadi menurutnya, tahun 2021 pihaknya belum bisa memberikan kepastian peruntukan Bankeu. “Kalau Pemda Pandeglang otomatis menginginkan untuk infrastruktur. Tapi nanti lihat Pergub, mengaturnya untuk apa, kita harus mengikutinya,” pungkasnya.
Pihaknya berharap besar kepada Pemprov Banten, untuk mengaloksikan Bankeu minimal sama dengan tahun 2020 lalu. “Kalau maksimalnya bisa lebih meningkat, Alhamdulillah. Mudah-mudahan ada perhatian lebih dari Pemprov Banten untuk Kabupaten Pandeglang,” imbuhnya. (nipal/mardiana)
