SATELITNEWS.ID, SERANG–Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang menyebut, sejumlah saluran drainase banyak yang tersumbat sampah dan rumput. Sehingga, menjadi penyebab utama terjadinya banjir dibeberapa wilayah.
Kepala DPUPR Kabupaten Serang, Okeu Oktaviana mengatakan, untuk mengatasi masalah tersebut pihaknya sudah melakukan pemeliharaan terhadap saluran pembuangan sampah yang tersumbat. Kemudian, membersihkan saluran irigasi sejak pekan lalu.
“Dari minggu kemarin sudah dilakukan pembersihan. Drainase banyak yang tersumbat, baik oleh rumput liar ilalang maupun sampah yang terbawa aliran air,” kata Okeu, Rabu (10/2).
Menurutnya, saat ini setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) juga diperintahkan untuk melakukan pemeliharaan saluran. Namun ia mengaku, belum tahu persis berapa jumlah saluran pembuangan atau drainase yang tersumbat.
“Kalau jumlahnya, nggak hapal. Tapi tiap UPT ada (yang tersumbat),” ujarnya.
Selain karena drainase yang tersumbat tambahnya, banjir juga disebabkan oleh beberapa kawasan perumahan yang lokasinya berada di bawah permukaan sungai. Sehingga, saat ada air limpahan yang melebihi volume, salurannya tidak bisa mengalirkan ke tempat pembuangannya.
Baca Juga: Hujan Siang Hari Sebabkan Banjir di Tangsel
Kondisi perumahan semacam itu, menurutnya paling banyak berada di wilayah Serang Timur seperti, Ciruas dan Kibin. Oleh karena itu ia mengaku, akan memperketat izin pembangunan perumahan. Karena, pihaknya sudah mengeluarkan peil banjir (pengaturan ketinggian minimal lantai bangunan yang ditentukan berdasarkan lokasi bangunan tersebut) setiap kegiatan usaha.
Tujuannya, untuk mencegah air banjir meluap dan masuk ke dalam bangunan, jika lantai terlalu rendah. “Tapi seringkali mengabaikan rekomendasi yang diberikan, karena mungkin harus menambah ketinggian setengah meter, kali sekian hektar saja bagi pengembang itu cost berapa. Akhirnya yang dirugikan pelanggannya, atau konsumen perumahan,” imbuhnya. (sidik/mardiana)
