SATELITNEWS.ID, KELAPA DUA—Para atlet Softball Banten yang tengah menjalani Pelatda PON XX Papua melakukan beep test, Sabtu (13/2/2021) dan Minggu (14/2/2021) di dua tempat berbeda. Hasil beep test yang merupakan penilaian akan kemampuan daya tahan atlet dalam bentuk VO2 maks mengalami peningkatan dengan lonjakan hingga 4 poin.
Ya, dari rata-rata VO2 maks pada tes awal akhir Januari 2021 yakni mencatat hasil rata-rata diangka 44. Sementara pada tes yang dilakukan di Lapangan Softball LPMP Rangkasbitung dan Lapangan Softball H. Sonny Nurochman angka rata-rata VO2 maks pemain softball Banten naik menjadi 48 alias naik 4 poin.
“Saya bersyukur anak-anak menunjukkan grafik peningkatan yang cukup bagus, dari target 50-55 anak-anak sudah masuk diangka 48. Dengan waktu yang tersisa satu setengah bulan saya yakin anak-anak bisa mencapai target maksimal,” ucap Steven Pattiwael, Pelatih Softball Banten.
Rasa puas akan peningkatan VO2 maks semakin dirasakan Steven mengingat ada 9 atlet yang telah mampu menembus angka 50 untuk VO2 maks. Ini meningkat lebih dari 100 persen dibanding tes pada Januari lalu yang hanya 4 orang.
“Bahkan ada satu atlet yang VO2 maksnya melampaui target maksimal yakni diangka 55, Muhamad Rio mampu menembus angka 56,3. Dia mampu menunjukkan semangat untuk terus meningkatkan kemampuan dengan mampu melampaui catatannya saat tes di KONI Banten diangka 55,1 saat itu,” ujar Steven.
Kondisi ini diungkap Steven membuat kekuatan tim utamanya yang berjumlah 15 orang dalam level yang berimbang. Dengan kata lain, Banten tinggal menunggu peningkatan 6 sampai 9 atletnya agar melampaui angka VO2 maks minimal yakni diatas angka 50.
Melihat hasil tes tersebut, Suhendrik asisten pelatih fisik softball Banten cukup optimis atlet softball Banten mampu mendongkrak kemampuan VO2 maks hingga diatas 50. Diprediksi pria yang juga pelatih atletik Kabupaten Tangerang itu memiliki keyakin atlet softball Banten VO2 maks-nya bisa mencapai angka rata-rata 53.
“Harapan kami anak-anak konsisten dalam meningkatkan dan menjaga kemampuan yang dicapai saat ini, yang sulit buat atlet seusia mereka adalah kemauan untuk bisa berlatih konsisten,” ucap pria yang akrab disapa Hendrik itu.
Agar bisa meningkatkan dan mempertahankan kemampuan terbaik atlet, Steven menambahkan pihaknya berkomitmen untuk rutin menggelar tes fisik setiap dua pekan sekali. Sehingga jika terjadi penurunan, pelatih bisa langsung memberi latihan tambahan untuk mengembalikan kemampuan yang ada. (jpg/gatot)