SATELITNEWS.ID, SERANG–Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengaku, mendukung produk pertanian dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal jenis jahe merah. Baginya, dengan mengkonsumsi minuman herbal jahe merah, menyehatkan badan. Bahkan ia turut mempromosikannya.
Sambil berjemur dibawah matahari pagi, ia terlihat santai menikmati minuman herbal itu (jahe merah), seperti yang diupload melalui akun instagram pribadinya. Menurutnya, hal tersebut sekaligus upaya menjaga imunitas tubuh, di tengah pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir.
“Saya kedatangan petani dan pengusaha muda asal Lebak, saat ini ia memproduksi jamu Jahe Merah AMH, berlokasi di Jalan Raya Rangkasbitung – Pandeglang KM 6,5 Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten,” kata Wahidin, kemarin.
Katanya, pengusaha lokal asal Lebak tersebut telah berhasil memproduksi belasan ton Jahe merah per hari. Produksinya saat ini, sekitar 18 ton per hari. “Ini potensi luar biasa, dan peluang bagi para petani jahe untuk mengembangkan tanamannya. Tanpa bingung menjual hasil panennya, karena pabrik di Lebak masih sangat membutuhkan pasokan bahan baku jahe merah,” ujarnya.
Semua pihak tambahnya lagi, diharapkan mendukung pengusaha tersebut. Khususnya petani jahe merah, karena memiliki potensi yang bagus di tengah pandemi ini. “Pengusaha ini ngambil dari daerah lain, kekurangan bahan baku dari Banten. Jadi bisa kita semangati para petani Banten,” tuturnya.
Sementara, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, Agus M Tauchid mengatakan, minat petani dan masyarakat di Banten untuk menanam jahe selama masa pandemi Covid-19 cukup tinggi. “Tiga daerah yang paling banyak menanam jahe yakni, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Serang. Kami mengapresiasi atas inisiatif masyarakat yang mulai banyak menanam jahe. Karena memang nilai jualnya cukup bagus,” ujar Agus.
Ditambahkannya, untuk para petani yang memiliki minat atau sedang mengembangkan tanaman jahe merah dalam skala lebih besar, permodalannya bisa memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui perbankan.
Selain itu ujarnya, Dinas Pertanian juga bisa membantu dalam upaya pemasarannya. “Jahe termasuk dalam golongan tanaman biofarmaka. Makanya selama pandemi ini, minat masyarakat untuk mengkonsumsi tanaman ini juga meningkat,” pungkasnya.
Untuk Kabupaten Lebak kata Agus, memang sangat potensial untuk pengembangan tanaman jahe merah. Dari data yang ada, Tahun 2020 saja luas panen tanaman jahe di Kabupaten Lebak, mencapai 323.951 hektar dengan total produksi panen sebanyak 619.362 kuintal, dengan sebaran paling banyak yakni di Kecamatan Leuwi Damar dengan luas tanam sebesar 267.725 hektar, dan produksi panen sebanyak 483.500 kuintal.
Selain itu, Kecamatan Malingping dengan luas tanam sebesar 10.500 hektar dan hasil produksi sebanyak 28.000 kuintal, Kecamatan Banjarsari sebesar 4.800 hektar dengan hasil produksi panen sebanyak 15.800 kuintal, Kecamatan Cijaku 4.380 hektar dengan produksi panen sebanyak 16.964 kuintal, dan beberapa kecamatan lain yang nilainya lebih kecil. (sidik/mardiana)