SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Banjir besar kembali melanda Tangerang. Sebanyak 15.876 jiwa warga Kota Tangerang merasakan banjir yang mulai datang sejak Jumat (19/2) malam dan berlangsung hingga Minggu (21/2).
Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Tangerang melansir banjir merendam rumah warga di 371 RT, 152 RW, 52 kelurahan dan 12 kecamatan. Sebanyak 6.493 kepala keluarga atau 15.876 jiwa terkena banjir yang berasal dari curah hujan ekstrem serta limpasan air sungai tersebut. Data tersebut diterima hingga tanggal 21 Februari 2021 pukul 09.00 wib.
Hingga kemarin sore, banjir yang melanda 12 kecamatan sudah mulai surut. Data yang diperoleh Satelit News dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPRD) menunjukkan setidaknya ada 44 titik wilayah yang masih terendam banjir. Puluhan titik banjir itu tersebar di 11 Kecamatan.
Namun, dari jumlah itu ada tiga kecamatan yang volume airnya masih tinggi. Yakni wilayah Kecamatan Periuk, Ciledug dan Karang Tengah. Demikian diungkapkan oleh Kepala Bidang Tata Air untuk DPUPR Kota Tangerang, Mursiman.
“Masih banyak yang belum surut, cuma daerah yang lain genangannya tidak tinggi. Di wilayah Periuk, Pondok Arum, Periuk Jaya, Periuk Damai, Total Persada dan Garden City,”ujar Mursiman kepada Satelit News, Minggu, (21/2).
Mursiman mengatakan volume air di Kecamatan Periuk sangat tinggi. Bahkan air sejajar antara tanggul dengan pemukiman warga. Sehingga ketika pompa dinyalakan akan sia-sia karena air akan berputar-putar di Kali Ledug dan permukiman warga.Situasi itu memaksa DPUPR mematikan pompa air yang sudah disiapkan.
Baca Juga: 425 Ekor Ayam Petelur Milik BUMDes di Lebak Hanyut, Hanya Sisakan Puing
“Ada pompa listrik dan pompa mobile. Jadi ketika pompa ini mau memompa, airnya masih menyatu sama sungai. Oleh sebab itu, lagi kita evaluasi. Jika itu sudah memungkinkan air yang dari warga kita sedot ke kali,” katanya.
Dia menyatakan, DPUPR hanya menunggu air di Kali Ledug surut sebelum melanjutkan pompanisasi. Mursiman memperkirakan Senin siang, air sudah surut sehingga pekerjaan menyedot air dari dalam perumahan Total Persada dan Garden City dapat dilanjutkan.
Kepala UPT Damkar BPBD Kecamatan Periuk, Syahrial mengatakan ketinggian air di wilayahnya bervariasi. Mulai 30 sentimeter hingga 2 meter. Setidaknya ada 10 wilayah di Kecamatan Periuk yang masih terendam banjir.
Diantaranya Perumahan Garden City RW 21, 22 dan 25. Lalu, Total Persada RW 7 DAN 8, RW 15. Kemudian yang terparah Periuk Damai dengan ketinggian 2 meter, Taman Elang, Periuk Jaya dan Perumahan Taman Cibodas.
“Jumlah data yang berhasil kita evakuasi sudah lebih dari 300 KK (Kepala Keluarga),” ungkapnya.
Warga yang sudah dievakuasi diungsikan di tiga lokasi yakni di GOR Total Persada, SDN Total Persada 3 dan Masjid Al Mujahidin Kelurahan Gembor. Namun demikian, ada sebagian warga yang memilih untuk bertahan di rumahnya masing-masing.
Baca Juga: Bukber dan Padel: Sore Santai Arief Wismansyah Bersama Wartawan Tangerang
“Kan mereka memilih, kita nggak bisa memaksa apakah ingin di pengungsian atau rumah keluarga terdekat. Ini menjadi tugas kita memantau tugas kita walaupun hanya 1 atau 2 orang,” jelasnya.

Kepala Bidang Operasional dan Perawatan PUPR Kota Tangerang Agus menjelaskan semua personel dan peralatan yang dimiliki PUPR telah dikerahkan di sejumlah titik lokasi banjir di Kota Tangerang. Untuk penanganan luapan air dan mempermudah proses evakuasi warga, dilakukan pembangunan jembatan apung di pinggir jalan yang terputus aksesnya. Untuk panjangnya akan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Tidak hanya itu, PUPR juga membuat tanggul sementara yang menggunakan barrier yang dilapisi karung pasir sehingga bisa menahan lajur air. Sementara Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah mengimbau agar warga yang tidak terdampak banjir untuk tidak keluar rumah.
“Kita berharap masyarakat yang tdk terdampak banjir jangan keluar. Jangan diliatin kasian. Karena kita masih di tengah pandemi Covid-19,”kata Wali Kota.
“Temen-temen petugas semuanya lagi berusaha sejak pagi ini mengevakuasi masyarakat yang perlu bantuan. Karena airnya naik cukup tinggi. Kiriman dari wilayah Tangsel dan Kabupaten yang melintas masuk ke kota Tangerang,”imbuhnya, Sabtu (2/2).
Sementara itu, Pemerintah Kota Tangerang menyiapkan posko bantuan logistic banjir yang dipusatkan di Gedung MUI. Total ada 114 posko penanggulangan banjir yang didirikan Pemkot Tangerang. 54 posko untuk penyaluran logistik. Sementara 60 merupakan posko kesehatan.
Asisten Ekbang Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Tangerang, Indri Astuti mengatakan bantuan yang diperoleh berasal dari berbagai elemen. Seperti perusahaan, patungan ASN dan masyarakat.
“Kita menyiapkan 54 posko di wilayah yang terdampak banjir, Dan kita juga menyediakan 60 posko kesehatan yang dibagi melalui 36 Puskesmas Dan sisanya melalui mobile“ujar Indri kepada Satelit News di gedung Majelis Ulama Indonesia Kota Tangerang, Minggu (21/2).
Indri mengatakan pihaknya akan selalu sigap dalam menyalurkan setiap bantuan yang dibutuhkan para warga terdampak banjir. Dia berharap upaya yang dilakukan ini dapat mempercepat proses penanganan banjir.
“Distribusi bantuan dilakukan tiga kali yaitu pagi berupa nasi bungkus atau roti dan air mineral, sedangkan siang dan malam berupa nasi bungkus dan beberapa tambahan seperti telur, beras, indomie, air mineral yang disalurkan di dapur umum posko tersebut,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan, Liza Puspadewi mengungkapkan posko kesehatan banjir mulai dibangun sejak Sabtu, (20/2) pagi, di seluruh Puskesmas di Kota Tangerang. Selain itu, Dinkes juga menyebar puluhan posko bergerak, untuk mendekatkan dan memudahkan pelayanan kesehatan, ke titik-titik yang terdampak cukup tinggi.

“Para petugas kesehatan baik tim dokter, perawat hingga apoteker kami kerahkan, dan secara sigap langsung melakukan pelayanan kepada para korban banjir yang membutuhkan bantuan kesehatan. Harapannya, kebutuhan kesehatan para korban banjir cepat tertangani, dan tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap dr Liza, Sabtu (20/2).
Ia mengungkapkan, Posko Kesehatan Penanggulangan Banjir akan dibuka 24 jam. Kata Liza, penyakit yang datang bersamaan dengan banjir biasanya seperti ISPA, diare, demam dan penyakit kulit.
Sementara itu, selain posko kesehatan, Dinkes pun telah menyalurkan beragam bantuan makanan dan minuman ke Posko Bantuan MUI. Dinkes pun telah mengirimkan bantuan berupa masker dan 245 karton makanan tambahan balita dan ibu hamil, yang disebar di 16 titik posko banjir. Diantaranya, 123 karton atau 10.332 bungkus makanan ibu hamil dan 122 karton atau 3.416 bungkus makanan balita.
“Saya pun mengimbau untuk seluruh korban banjir atau mereka yang mengungsi untuk tetap berusaha menjaga kebersihan dan tetap menggunakan masker. Sama-sama berjuang untuk mengurangi potensi penyebaran virus covid-19 di tengah-tengah kondisi saat ini,” harap Liza.
Banjir juga melanda wilayah Kabupaten Tangerang. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kosrudin mengatakan, berdasarkan data yang tercatat, Tangerang ada 20 titik lokasi banjir di 8 kecamatan.
Sembilan diantaranya berada di Kecamatan Pasar Kemis. Diantaranya Perum Vila Regensi Tangerang-2 Blok EA, RW 07/RT 01, 02, 03, 04, 06, dan 08. Di blok AD RW 06/RT 01, 02, dan 03.
Di Villa Permata Blok DB RW 20 /RT 03, 05, dan 06. Di Blok DA RW 08/ RT 05, Blok CA RT 02/RW 22. Vila Tomang Baru Blok G RW 15/RT 01, 02, dan 07. Serta di RW 14/RT 04, di Blok F3 RW17 RT 01,Desa Gelam Jaya. Di Kelurahan Kuta Jaya, Jalan Raya Pasar Kemis-Jatiuwung.
Di Kecamatan Sepatan, Perum Prima Desa Karet. Di Kecamatan Cikupa, di Desa Bunder dan Desa Cikupa, tepatnya depan Pasar Cikupa, Jalan Raya Serang.
Kecamatan Kelapa Dua, Perum 3, Kelurahan Bencongan, Curug Sugeng, Desa Curug Sugeng, dan di Kelurahan Bemcongan. Di Kecamatan Sukamulya, Kampung Kaliasin RT 04 dan 05, dan Kampung Simagilih RT 06 dan 05, Desa Kaliasin.
Di Kecamatan Curug, Perum Binong Permai Baru, Blok I RT 01, 02, 03, dan 04/ RW 14. kecamatan Kemeri, Kampung Kromong, Desa Patramanggala. Dan yang terakhir Si dang Jaya, di Koung Teureup RT 02/RT 01, Desa Sukaraharja.

Lanjut Kosrudin, ketinggian air di setiap titik bervariasi, dimulai dari 30 sentimeter sampai yang paling parah mencapai 1 meter cm. Menurut Kosrudin, wilayah Pasar Kemis dan Kelapa Dua menjadi wilayah yang terparah terkena banjir.
Di Kecamatan Pasar Kemis ada 278 KK yang terkena banjir. 55 orang diantaranya saat ini diungsikan ke Mushola Al Mujahidin, Villa Tomang Baru, Desa Gelam Jaya. Di Kecamatan Kelapa Dua ada 319 KK yang terkena banjir, tepatnya di Bencongan, Kelurahan Bencongan. Kata Kosrudin, dari keseluruhan, BPBD mencatat ada 911 KK yang terdampak banjir di Kabupaten Tangerang.
“Di lokasi terparah sudah ada tempat pengungsian, dan berdiri pula dapur umum,” katanya.
Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro menambahkan, pihaknya mendistribusikan logistik kebutuhan pokok serta obat-obatan ke wilayah Desa Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis. Tepatnya di Perumahan Villa Regensi Tangerang II, Desa Gelam Jaya, Blok EA yang meliputi RT 01, RT 02, RT 03, RT 04, RT 06 dan RT 08 di RW 07.
Ketinggian air di titik ini, kini mencapai 50 centimeter sampai dengan 70 centimeter. Wahyu menyebut, bila tidak ada hujan susulan, dipastika ketinggian air perlahan akan surut.
Katanya, saat ini tim Siaga Bencana Polresta Tangerang bersama jajaran Pemkab Tangerang dan Kodim 0510 Tigaraksa tetap memonitor sebagai bentuk antisipasi.
“Pengamanan areal terdampak banjir juga sebagai bentuk monitoring debit air,” tandasnya. (mg2/mg3/irfan/alfian/gatot)
























