SATELITNEWS.ID, TANGERANG–Walikota Tangerang Arief R Wismansyah menghadiri acara pengukuhan dan ta’aruf Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang masa khidmat 2020 – 2025 di aula gedung MUI Kota Tangerang, Rabu (24/2). Dalam sambutannya, Walikota menyampaikan pentingnya peran dari para ulama di Kota Tangerang dalam membimbing masyarakat terlebih dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan cuaca ekstrem yang saat ini masih berlangsung.
“Dengan terus sosialisasikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 serta menjaga lingkungan,” pesan Arief dalam acara yang juga dihadiri oleh Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Deonijiu de Fatima dan Dandim 0506 Bambang Heri Tugiyono. Lebih lanjut dia mengungkapkan Pemkot Tangerang tengah mempersiapkan vaksinasi bagi ulama dan tokoh agama dalam program vaksin tahap dua yang masih masih berlangsung. “Kami akan data terlebih dahulu jumlah penerima vaksin. Untuk kemudian disesuaikan dengan vaksin yang diterima oleh Pemkot,” terangnya Arief.
Ketua Umum MUI Kota Tangerang Ghozali Barmawi menambahkan acara yang mengusung tema “Yang Sepuh Meninggalkan Kenangan, Yang Muda Membawa Harapan” bertujuan membangun silaturahmi dan komunikasi dengan masyarakat serta jajaran Pemerintah Kota Tangerang “Selain pelayan, MUI juga berfungsi sebagai mitra pemerintah,” pungkas Ketua MUI.
Sementara, khusus untuk pedagang, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Liza Puspadewi menyatakan, kemungkinan bakal dilakukan pada Senin, (1/3) mendatang. Lantaran vaksinasi untuk pedagang akan sangat beresiko. Terutama soal kerumunan yang diprediksi akan terjadi. “Kan kita harus pakai pengamanan TNI polri makannya pasar kita belakangin deh Senin paling karena itu harus persiapannya matang,” kata Liza.
Kemudian pertimbangan selanjutnya soal keberadaan pedagang yang harus dipastikan tetap berada di lapaknya selama dua minggu ke depan. PD pasar pun diminta untuk dapat menjamin keberadaan pedagang tersebut. “Yang penting dia punya jaminan kalau dua minggu lagi dia masih berdagang tetap di situ itu masalahnya. Khawatirnya dua minggu lagi kalau dia gak ada di situ kan nanti vaksinnya jadi mubazir nah itu yang menjadi tanggung jawab PD pasar,” katanya. (irfan/made)
