SATELITNEWS.ID, KELAPA DUA—Pelatda PON Cabor sepatu roda memulai tahapan persiapan khusus menghadapi multi even olahraga empat tahunan di Papua pada bulan Maret. Direncanakan pada pelaksanaan tahapan ini 3 atlet sepatu roda Banten yakni Hafizh Izzuddin Widisono, Afifah Nurur Syahidah dan Saskia Rachma Nandita mulai menjalani Training Camp (TC) atau pemusatan latihan.
Pemusatan latihan tersebut digelar untuk membuat pelaksanaan Pelatda semakin optimal dan konsentrasi atlet dalam berlatih lebih fokus. Dengan tahapan persiapan khusus ini Ketua Pengprov Porserosi Banten Ramang Agus berharap kemampuan tiga atlet binaannya bisa lebih pesat peningkatannya.
“Ya, kami sedang menyiapkan TC dengan memusatkan atlet yang tempat tidak jauh dari rumah Bayu (Bimantoro, pelatih sepatu roda Banten), karena TC-nya akan kami dipusatkan di rumah Bayu yang memiliki fasilitas fitnes yang lumayan lengkap,” ungkap pria yang akrab disapa Agus itu.
“Saat ini pertimbangannya menyewa rumah untuk tempat menginap atlet atau atlet menginap di rumah Bayu, ini kami sedang bahas,” imbuh Agus.
Pertimbangan TC di gelar di kawasan Villa Rizky, Kelapa Dua karena lokasinya berdekatan dengan Lintasan Sepatu Roda Tangerang Gemilang yang ada di Botanical Park BSD City, Cisauk. Sehingga mobilitas atlet ke tempat latihan masih bisa ditempuh dengan waktu singkat.
Selain itu dikemukakan Bayu, dalam program persiapan khusus yang akan dijalani atlet dirinya juga menyiapkan variasi latihan fisik. Diantaranya adalah atlet menggunakan sepeda untuk mencapai tempat latihan di lintasan sepatu roda Tangerang Gemilang, Cisauk.
“Jarak tempuhnya itu sekitar 15 kilometer, jadi bisa kita maksimalkan untuk melatih daya tahan atlet dengan bersepeda menuju tempat latihan. Selain kami juga menempa anak-anak dengan latihan weight training (latihan beban) di rumah saya,” ulas Bayu.
Peraih medali emas PON XVI di Sumatera Selatan tahun 2004 ini menyebut pada TC nanti dirinya menginginkan kemampuan atlet dalam melahap menu latihan lebih maksimal. Karena atlet semakin fokus dalam berlatih dan terpantau perkembangannya.
Dengan semakin terpantau kemampuan Hafizh dkk pihaknya bisa menyusun program dan evaluasi program latihan guna menentukan puncak penampilan ketiganya hingga saat pelaksanaan PON di Bumi Cendrawasih. Termasuk untuk bisa menyusun peningkatan program latihan daya tahan dalam bentuk VO2 maks.
“Karena saya ingin kemampuan fisik dalam hal VO2 maks untuk putra diatas 55 saat PON dan diatas 50 buat atlet putri,” tukas Bayu. (jpg/gatot)