SATELITNEWS.ID LEBAK–Guna memastikan kondisi psikologis anggotanya serta kelayakan senjata api, Polres Lebak melakukan pengecekan ulang. Pemeriksaan bertujuan menghindari hal yang tidak diinginkan.
Pemeriksaan kembali psikologi anggota dan senpi yang digunakan anggota dilakukan Polri untuk menghindari terjadinya kembali insiden penembakan oleh oknum anggota polisi berinisial CS di RM Cafe, Cengkareng, Jakarta Barat beberapa haru lalu, yang menewaskan tiga orang.
“Sudah, kami sudah laksanakan, mengecek kembali kartu-kartu (administrasi) yang telah habis masa berlakunya dan memang harus dilakukan perpanjang serta kembali melakukan tes psikologi,” kata Kapolres Lebak Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ade Mulyana, kemarin.
Ade menjelaskan, tes psikologis merupakan salah satu pemeriksaan yang wajib dijalani oleh anggota Polri baik yang akan maupun sudah menggunakan senpi. Tes psikologi dilakukan secara rutin untuk memastikan anggota Polri layak memegang senpi.
“Tes psikologi memang jadi syarat anggota Polri layak atau tidak memegang senpi. Pemeriksaan ini rutin dilakukan enam bulan sekali oleh tim dari Polda,” terang Ade.
Kemudian, ia juga sudah menekankan kepada seluruh anggota Polres dan Polsek terkait instruksi Mabes Polri, mengenai larangan anggota Polri memasuki tempat hiburan dan meminum-minuman keras. “Saya sudah tekankan instruksi dari Mabes kepada seluruh personel agar bisa dipatuhi. Kalau melanggar kami berikan sanksi tegas,” kata Ade.
Baca Juga: Polres Lebak Siagakan Satgas Karhutla
Pemeriksaan rutin psikologi terhadap anggota Polri berikut senpinya, menurut Anggota DPRD Lebak, Aad Firdaus harus dilakukan. Hal tersebut, untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan. “Saya kira insiden tersebut sangat memilukan, saya berharap insiden beberapa hari lalu yang menewaskan tiga orang oleh oknum polisi, tidak terjadi di Lebak,” pungkasnya.(mulyana/made)
























