SATELITNEWS.ID, NEGLASARI—Setelah sukses dengan Ketahanan Pangan dan Kelompok Wanita Tani (KWT) di sejumlah wilayahnya, Kecamatan Neglasari berencana mengembangkan metode tanam Hidroponik. Metode ini rencananya nakal diterapkan di setiap rumah warga.
Sekretaris Camat Neglasari, Edih mengatakan metode ini akan dikembangkan dalam waktu dekat. Setidaknya pada Maret mendatang akan mulai diterapkan.
“Kita sudah persiapkan beberapa alat dan bekerja sama dengan beberapa instansi. Seperti PDAM Tirta Benteng, kita sudah ajukan proposal untuk meminta paralon bekas yang ukuran 2 sampai 4 milimeter,” ujarnya kepada Satelit News, Jumat (26/2).
Mantan Lurah Gandasari ini menuturkan tujuan dari program ini adalah untuk mengedukasi warga dalam bertahan hidup ditengah keterbatasan. Sehingga, warga pun dapat memanfaatkan hasil tani dari metode hidroponik ini untuk kebutuhan sehari-hari.
“Jadi warga mandiri dan hemat. Kalo panen bisa langsung dimanfaatkan,” kata dia.
Terobosan ini tentunya kata dia akan mendapat banyak kendala di lapangan. Kendati bila melihat semangat gotong royong warga, Edih yakin program ini akan sukses.
“Keinginan warga sangat tinggi. Insyaallah sukses. Mudah-mudahan Maret ini bisa terlaksana,” kata dia.
Diketahui, hidroponik merupakan metode tanam yang memanfaatkan lahan sempit. Kemudian, dalam penerapannya Hidroponik menggunakan metode air dan alat-alat yang mudah didapat untuk wadahnya. Seperti paralon.
“Untuk edukasinya kita akan datangkan praktisi yang memang mengerti dibidangnya. Mereka (praktisi) akan mendampingi warga,” ucap Edih.
Berbagai sayuran kata Edih akan ditanam dalam metode ini. Seperti cabai, sawi, caisim, kangkung dan bayam. “Saya juga ingin ada tanam padi. Jadi kalau miniatur padi ini kalo saya lihat harus menggunakan paralon 4 mili,” jelasnya.
Salah satu warga di Kelurahan Mekar Sari, Saiman mengatakan kalau dirinya pun terinspirasi. Sehingga membuatnya ingin metode ini segera terealisasikan.
“Contohnya saja kampung wisata dan bibit ini semua warga didorong kecamatan mereka jalan dan semangat,” kata dia.
Diketahui, saat ini Kecamatan Neglasari telah memiliki 17 lokasi ketahanan pangan dan sudah beberapa kali panen. Yang paling terbaru yakni Kampung Wisata dan rumah bibit yang berlokasi di Kelurahan Mekar Sari. (irfan/gatot)