SATELITNEWS.ID, SERANG–Sedikitnya 5 Kecamatan di Kabupaten Serang yakni, Kecamatan Kibin, Anyer, Kramatwatu, Tunjungteja dan Cikeusal, terendam banjir, Sabtu (3/4). Banjir yang melanda, disebabkan oleh intensitas hujan yang cukup tinggi dan drainase yang buruk. Sehingga, air meluap ke pemukiman warga.
Dari informasi yang diterima, untuk di Kecamatan Kibin daerah yang terendam banjir antara lain, Desa Cijeruk dan Desa Tambak, yang meliputi Kampung Pos Tambak, RT 01 RW 01 dan Kampung Tambak Pasir RT 02 RW 01.
Namun warga masih menempati rumahnya masing – masing, dan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Kemudian, Kampung Ciajeng dan Kampung Tambak Kidul RT 03 RW 01 dengan ketinggian air antara 10 sampai 30 centimeter.
Adapun yang terendam, ada 10 rumah dan satu Pondok Pesantrean (Ponpes) yang terdiri 10 kepala keluarga, 35 jiwa, tiga balita dan 8 anak- anak. Kemudian di Kecamatan Anyer, yang terendam banjir yakni Kampung Waluran Rel RT 01 RW 01, Desa Kosambi Ronyok. Ada sebanyak 17 rumah yang terendam.
Di Kecamatan Kramatwatu, banjir merendam Komplek Mataraya RT 12 RW 04, Desa Margagiri, ada sebanyak 117 rumah yang terendam. Komplek Puri Cilegon, Desa Margasana, sebanyak 30 rumah yang terendam banjir, dan Kampung Cidungkul, Desa Serdang, ada 7 rumah yang terendam.
Di Kecamatan Tunjungteja, Kampung Cigobang, RT 18 RW 04, Desa Kemuning, sebanyak 12 rumah terendam banjir. Kecamatan Cikeusal, Desa Gandayasa, sebanyak 5 rumah, di Panosogan 15 rumah.
Baca Juga: Antisipasi Potensi Bahaya, BPBD Kabupaten Serang Intensif Pantau GAK
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Nana Sukmana Kusuma mengatakan, saat kejadiaan pihaknya telah memberangkatkan personil guna melakukan assesmeant dan meninjau lokasi yang terdampak banjir. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
“Intensitas hujan tinggi, sejak Jumat malam lalu. Sehingga di sekitaran wilayah Kabupaten Serang, terendam banjir dibeberapa titik,” kata Nana, Minggu (4/4).
Kata Nana, kondisi terakhir banjir sudan mulai surut. Warga yang terdampak-pun, masih tetap bertahan di rumah masing – masing.
Sementara, Kepala Seksi (Kasi) Ekbang Kecamatan Kramatwatu, Mamak Abror mengatakan, banjir yang terjadi di wilayahnya akibat meluapnya saluran irigasi di wilayah setempat. Saat kejadian, curah hujan cukup tinggi.
“Tapi nggak ada yang sampai mengungsi, kondusif, aman,” tandas Abror.
Abror menyatakan, ketinggian air mencapai diatas betis orang dewasa. Namun saat ini banjir tersebut sudah surut. Ia juga masih terus mengimbau kepada warga, agar tetap waspada dan berhati – hati. Karena, intensitas hujan masih dimungkinkan kembali terjadi. (sidik/mardiana)
Baca Juga: Hujan Siang Hari Sebabkan Banjir di Tangsel
























