SATELITNEWS.ID, KELAPA DUA—Pengcab Perbasasi Kabupaten Tangerang bersiap lebih awal untuk mempertahankan raihan medali emas cabor softball putri pada Porprov V tahun 2018 saat pelaksanaan Porprov VI tahun 2022. Salah satu langkah awal yang dilakukan organisasi pimpinan Asep Syaiful Nurhakim adalah dengan menggelar tes fisik terhadap atlet putri.
“Kami ingin mengetahui sejauhmana perkembangan atlet softball putri setelah menjalani tes fisik KONI Kabupaten Tangerang tahun 2020 lalu. Apakah ada perkembangannya atau tidak, ini menjadi bahan evaluasi buat pelatih dan penilaian bagi atlet karena kami akan lakukan sistem promosi dan degradasi atlet yang ada agar ada semangat kompetisi,” ujar Asep Syaiful Nurhakim Ketua Pengcab Perbasasi Kabupaten Tangerang.
Sebanyak 20 atlet putri yang dipersiapkan untuk menghadapi Porprov VI tersebut menjalani empat sesi tes fisik. Sesi pertama adalah melakukan bleep test untuk mengetahui VO2 maks masing-masing atlet.
Sementara sesi kedua melakukan push-up lalu sesi ketiga atlet melakukan sit-up. Dan di sesi terakhir semua atlet menjalani tes lari speed.
“Ini kami lakukan untuk mengetahui kemampuan dasar atlet softball putri, dimana unsur daya tahan, kekuatan dan kecepatan yang menjadi dasar permainan softball kita ukur lewat empat tes yang ada,” ucap Suhendrik, pelatih fisik softball Kabupaten Tangerang.
Dari hasil tes yang dijalani atlet softball putri Kabupaten Tangerang, diungkap pria yang akrab disapa Hendrik itu didapat kenyataan kemampuan fisik atlet khususnya VO2 maks masih dibawah standar minimum atlet softball putri. Untuk standar VO2 maks pemain putri minimum ada diangka 40.
“Baru satu atlet yang mendekati angka tersebut, ini menjadi tugas berat pelatih untuk bisa meningkatkan kemampuan fisik atlet agar memiliki standar yang sama,” beber Hendrik.
Tapi dengan waktu persiapan yang relatif panjang, baik Asep maupun Hendrik cukup yakin pemain softball putri Kabupaten Tangerang bisa memenuhi standar yang ada. Untuk itu Asep memastikan tes fisik akan dilakukan berkala dan rutin.
“Berdasarkan saran dari pelatih fisik tes fisik akan kita lakukan setiap tiga pekan sekali. Ini agar atlet mengetahui progres latihan yang dijalaninya dan pelatih punya bahan evaluasi,” tutup Asep. (jpg/gatot)