SATELITNEWS.ID, TANGERANG–Menjelang bulan Ramadan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memastikan pasokan pangan aman. Hal tersebut setelah Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kota Tangerang melakukan sidak di Pasar Anyar, Selasa (06/04).
Kepala Bidang Perdagangan untuk Disperidagkop UKM Kota Tangerang, Eni Nuraeni memastikan stok bahan pokok aman. Kendati sejumlah barang mengalami kenaikan signifikan. “Untuk stok masih aman dari mulai bahan pokok dan bahan penting dari mulai sembako, sayuran dan sebagainya aman,” ujarnya, kemarin.
Eni menyebut, ketersediaan komoditas di Kota Tangerang tetap aman karena keberadaan Pasar Induk Tanah Tinggi. Di sana, pasokan pangan selalu tersedia. “Karena kita diuntungkan punya Pasar Induk. Artinya untuk pasokan selalu ada, paling kendalanya hanya telat-telat dikit seperti akibat hujan,” katanya.
Dia mengungkapkan, harga bahan pokok juga stabil. Meskipun ada beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan tetapi tidak drastis. Sebut saja cabai yang mencapai Rp 70 ribu / Kilogram.
“Kalau untuk harga masih stabil hanya ada beberapa komoditi yang naik seperti ayam, telur, cabai ada yang naik dan turun. Cabai domba yang naik terus, cabai merah gede agak naik dari Rp 60 ribu jadi Rp 70 ribu,” ungkapnya.
Menurutnya, kenaikan harga bahan pokok yang masih dikategorikan stabil ini merupakan hal yang wajar karena momentum menjelang Ramadan 2021. “Sebetulnya kita ini momen menjelang bulan Ramadan itu kan biasa, kalau momen suka terjadi kenaikan, tapi biasanya setelah bulan puasa itu harga stabil. Nanti baru momen lagi mau lebaran akan ada kenaikan lagi,” ucapnya.
Baca Juga: Gubernur Andra Soni Sebut UMKM Jadi Penggerak Perekonomian Masyarakat
“Hanya kita pastikan kenapa sidak melihat barangnya tetap ada untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat harga juga tetap terjangkau oleh masyarakat,” tambah Eni.
Saat melakukan sidak, kata dia ada beberapa pedagang yang mengeluh. Salah satunya pedagang sapi. Pedagang daging mengeluhkan lambatnya pengiriman impor dari Australia serta terbatasnya ketersediaan daging lokal.
“Jadi, keluhannya itu pedagang menjualnya agak sulit. Mau dinaikkan nanti nggak laku karena mereka banyak yang untuk UMKM juga seperti untuk bakso, soto. Akhirnya mereka mensiasatinya asal terjual laku meski untungnya tipis,” tuturnya.
Adapun dalam rangka menindaklanjuti keluhan pedagang daging tersebut, kata Eni, pihaknya segera berkoordinasi dengan instansi terkait. “Kami kordinasi dengan Kemendag dan Bulog jika terjadi kelangkaan maka kita harus operasi pasar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat itu, tapi tadi sidak selama ini masih aman terkendali,” katanya.
Harga daging sapi jelang Ramadan mengalami kenaikan hingga mencapai Rp 130 ribu/ Kilogram. “Dari rumah potong naik terus, kalau di sini kan normalnya Rp 120 ribu. Sekarang sudah Rp 130 ribu per Kg,” ujar salah satu pedagang daging sapi di pasar Anyar, Banong.
Terlebih saat menjelang bulan Ramadan, kebutuhan akan meningkat dan harga daging akan terus beranjak naik. “Ramadan tahun sebelumnya naik terus semoga aja Ramadan tahun ini ga naik,” imbuhnya.
Baca Juga: Festival Muharram Cengkok Padukan Layanan Publik dan Pemberdayaan UMKM
Dirinyapun mengatakan adanya yang permainkan harga yang membuat harga daging sapi terus alami kenaikan. “Biasanya saya motong seekor sekarang mah ngga berani Pedagang bingung pembeli bingung. Kalau dibilang kaga ada sapi, sapinya ada, permainan ini mah mau untung besar. Kasian rakyat kecil,” pungkasnya. (irfan/made)
























