SATELITNEWS.ID, RANGKASBITUNG–Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak mengambil langkah untuk memastikan stok elpiji 3 Kg aman dengan cara melakukan pengawasan. Pengawasan bertujuan agar pada bulan Ramadan yang tinggal menghitung hari gas melon tidak mengalami kelangkaan.
Kepala Disperindag Lebak Dedi Rahmat mengatakan, pantauan terhadap agen Elpiji 3 Kg terus dilakukan, untuk kesiapan ketersediaan elpiji selama bulan puasa yang biasanya tingkat konsumsi akan mengalami peningkatan. “Kita terus awasi agen termasuk koordinator agen untuk kesiapan mereka menghadapi Ramadan dan lebaran,” kata Dedi, kemarin.
Akan tetapi, meski belum bertemu, namun perwakilan agen sudah menyampaikan bahwa pasokan Elpiji 3 Kg untuk bulan Ramadan tidak mengalami pengurangan.
“Prinsipsinya mereka memastikan bahwa pasokan tidak akan berkurang, karena memang sudah diantisipasi agar jangan sampai masyarakat keteteran. Tapi, kami harus tetap memastikan besok, artinya kesiapan per wilayahnya seperti apa,” tutur Dedi.
Jika memang terjadi kekurangan, katanya agen akan menyuplai langsung ke wilayah yang mengalami kekurangan pasokan. “Misalnya wilayah Cipanas nih terjadi kekurangan, nanti agen yang langsung bertanggung jawab menambah pasokan di luar kuota yang sudah ditentukan,” terangnya.
Sebenarnya, sambung Dedi kuota dari Pertamina untuk Kabupaten Lebak sudah mencukupi dari kebutuhan. Hanya saja persoalannya ada pada mekanisme penyaluran yang diakui tidak disiplin.
Baca Juga: Kios Sawarna Terbengkalai, Begini Respons DPRD Lebak
“Elpiji 3 Kg ini kan diperuntukkan menengah ke bawah, nah sekarang yang menengah ke atas juga beli, kan sulit. Terus penjual juga sulit, oh itu PNS atau restoran besar jangan dikasih, sulit juga itu,” tandas Dedi. (mulyana/made)
























