SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang melakukan inpeksi mendadak ke Pasar Anyar, Senin (12/4) pagi. DKP menemukan 41 produk yang memiliki kandungan berbahaya dari beberapa pedagang di pasar tersebut.
Kepala DKP Kota Tangerang Abduh Surahman mengungkapkan pihaknya memeriksa 234 produk secara acak dari 135 pedagang di pasar tersebut. Adapun 234 produk itu terbagi dalam lima jenis produk, yakni produk perikanan, peternakan, pertanian, pangan olahan dan label kemasan.
Dari ratusan yang diperiksa, DKP menemukan 12 produk peternakan yang memiliki formalin. Formalin ialah larutan formaldehida dengan konsentrasi 37 persen. Formaldehida ialah bahan penting dalam industri. Senyawa aktif itu digunakan sebagai perekat kayu lapis, pengawet kayu, pembunuh kuman, bahan baku plastik, bahan cat, bahan bangunan, dan bahan komponen mobil.
“Yang berformalin itu hanya pada daging ayam, usus ayam, dan kulit ayam, di satu pedagang,” ungkap Abduh kepada wartawan, Senin (12/4).
Kemudian, pihaknya juga menemukan 21 produk pertanian yang masih berpestisida. Abduh menyebutkan kebanyakan produk pertanian yang berpestisida adalah sayur bayam dan kangkung.
“Pada produk pertanian, itu disebutnya masih terpapar pestisida. Jadi, produk pertanian seperri bayam, dan kangkung, masih ada yang terpapar pestisida,” papar Abduh.
Baca Juga: Panen Jagung Wilayah Batuceper
Pada produk olahan, lanjut dia, pihaknya menemukan pedagang yang menggunakan zat pewarna berbahaya untuk tahu yang dijual. Zat pewarna juga digunakan pada produk label/kemasan, seperti cincau dan pacar cina.
“Pemahamannya, bukan pakai formalin semua. Sayuran enggak mungkin pake formalin, nanti layu. Beda kalau daging. Daging dikasih formalin (bakal) tahan lama,” sambungnya.
Abduh menyatakan, DKP Kota Tangerang telah memberikan surat peringatan kepada para pedagang yang diketahui menggunakan bahan pangan berbahaya di jualan mereka. Dia memberi imbauan, warga harap memilih daging sapi atau ayam yang dihinggapi atau dikerubungi lalat. Bila dikerubungi lalat, maka daging tersebut tidak berformalin atau tidak memiliki kandungan berbahaya lain.
“Kalau takut kotor, sampai rumah dicuci yang bersih. Kalau sayur juga dicuci yang bersih pakai air mengalir, jangan air di baskom,” imbau dia.
Kedatangan DKP Kota Tangerang rupanya membuat pada pedagang ketar-ketir. Sebagai pedagang yang disinyalir menggunakan bahan berbahaya pada dagangannya melarikan diri.
“Tadi begitu positif formalin, kami kunjungi lapaknya dengan polisi, tapi orangnya udah lari, kabur. Produknya ditinggal di situ,” kata dia.
Baca Juga: Program Vaksinasi Rabies di Kota Tangerang Disambut Antusias
Abduh menyebut, pihaknya hendak memberikan surat peringatan agar penjual produk berformalin itu tak lagi menjual kembali makanan tersebut. Namun, karena si penjual itu melarikan diri, DKP Kota Tangerang bakal kembali lagi ke lapak pedagang tersebut esok hari.
“Besok kami datengin lagi, ngasih peringatan,” ucap Abduh.
Kata Abduh, produk berformalin yang dijual pedagang itu ditampung dalam wadah berbentuk panci. Diduga, pedagang itu berinisiatif untuk menambahkan formalin di produk yang dia jual agar semakin tahan lama. Dia juga menduga, penjual tersebut melakukan hal yang serupa di produk yang dia jual pada tahun 2020.
“Keliatannya pedagang lama. Kan tahun lalu ada sekitar 6-7 yang model begitu, tapi tadi ternyata yang lain udah insyaf,” kata Abduh.
“Jadi produknya clear enggak ada bahan kimia. Cuma yang satu itu,” sambung dia.
Dia mengimbau warga untuk memilih daging sapi atau ayam yang dihinggapi atau dikerubungi lalat. Bila dikerubungi lalat, maka daging tersebut tidak berformalin atau tidak memiliki kandungan berbahaya lain.
“Kalau takut kotor, sampai rumah dicuci yang bersih. Kalau sayur juga dicuci yang bersih pakai air mengalir, jangan air di baskom,” imbau dia. (irfan/gatot)
























