SATELITNEWS.ID, RANGKASBITUNG—Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka sudah dibuka sejak tanggal 14 April 2021 lalu oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Lebak. Agar terhindar dari penyebaran Covid-19, selain menerapkan protokol kesehatan, kepada guru yang belum melaksanakan vaksinasi dilarang mengajar.
Kepala Dindik Lebak Wawan Ruswandi mengatakan, izin KBM tatap muka itu diberikan asalkan pihak sekolah menerapkan prokes sesuai standar Covid-19 yang ketat. Hal ini untuk kelancaran tersebut. “Pihak sekolah wajib untuk menerapkan prokes yang selama pemberlakuan KBM tatap muka itu, ” kata Wawan, kemarin.
Katanya, sekolah yang sudah menyiapkan sarana dan prasarana penerapan prokes seperti tempat cuci tangan, dan juga izin pelaksanaan KBM tatap muka dari orang ua murid sudah dapat memulainya.
“Sebagian sudah melakukan BKM tatap muka, sebagian ada yang merencanakan hari Senin nanti, tergantung kesiapan masing-masing sekolah,” katanya.
Wawan mengatakan, selain prokes protap dalam pelaksanaan KBM tatap muka itu adalah para tenaga pendidik atau guru yang sudah divaksin. Para guru yang sudah divaksin di izinkan untuk mengajar. Sementara yang belum tidak dulu di izinkan.
“Hanya yang sudah divaksin yang dizinkan mengajar tatap muka. Sementara yang belum bisa mengajar melalui daring, “terang Wawan.
Ketika ditanya berapa jumlah guru yang sudah divaksin, ia mengaku belum mendapatkan datanya. Namun, kini Dindik sendiri terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak dalam melaksanakan vaksinasi untuk para guru itu. “Yang lebih tau itu Dinkes, karena pelaksanaannya tidak khusus untuk tenaga pendidik tapi disatukan di kecmaatan masing-masing,” katanya.
Ia menargetkan, seluruh guru yang bertugas di Kabupaten Lebak akan menjalani vaksinasi. Hal itu dilakukan guna melindungi guru dan juga anak muridnya dari paparan virus Covid-19.
“Kami sedang mendata ke sekolah-sekolah (jumlah guru yang sudah divaksin, -red).
Ya kalau target semuanya bisa divaksin, tapi kan itu kewenangan Dinkes, kita sudah berkoordinasi untuk diprioritaskan karena akan segera melaksanakan KBM tatap muka,” tandasnya.
Sementara, Juru Bicara Satgas Penangganan Covid-19 Lebak dr Firman Rahmatullah mengatakan, vaksinasi untuk para guru sendiri sudah mulai dilakukan bersamaan dengan pelayan publik lainnya. “Sebagian sudah, dan sebagian lainnya belum karena masih menunggu vaksin, ” pungkasnya.(mulyana/made)