SATELITNEWS.ID, LEBAK–Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Lebak terus melakukan monitoring terhadap sejumlah sekolah yang menggelar Kegiatan Belajar Mengajara (KBM) secara tatap muka. Kegiatan tersebut dilakukan guna memastikan pihak sekolah menerapkan protokol kesehatan Covid-19.
Kepala Satpol PP dan Damkar Lebak, Dartim mengatakan, monitoring dilakukan setelah Pemkab Lebak memberlakukan KBM secara tatap muka dan menindaklanjuti Peraturan Bupati No. 28 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru pada masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Lebak. Katanya, dalam Perbub itu diatur bahwa setiap Sekolah yang akan melakukan KBM tatap muka wajib menerapkan prokes.
“Kita pastikan sekolah-sekolah yang akan melakulan KBM tatap muka telah memenuhi persyaratan khususnya penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah, ” kata Dartim, kemarin. Dartim mengatakan, tujuan dari penerapan prokes itu sendiri adalah untuk mencegah adanya klaster baru penyebaran virus Covid-19 di lingkungan sekolah.
Katanya, prokes yang wajib diterapkan di lingkungan sekolah itu sendiri adalah adanya fasilitas tempat cuci tangan, peraturan sekolah yang mewajibkan siswa dan gurunya untuk menggunakan masker serta menjaga jarak. Ia menegaskan, jika sekolah tidak dapat menerapkan prokes maka, sekolah itu tidak dapat diperbolehkan untuk menggelar KBM tatap muka.
“Idealnya adalah adanya skenario yang mewajibkan para siswa siswi dan guru untuk menerapkan prokes dengan ketat seperti menjaga jarak, dan memakai masker, ” katanya.
Katanya, petugas untuk kemarin telah melakukan monitoring penerpaan prokes di tiga sekolah yang berada di zona pendidikan di Kecamatan, yakni SMPN 5 Ranglasbitung, SMPN 7 Rangkasbitung, dan SDN 1 Citeras. “Hasil monitoring, sekolah yang dikunjungi telah menerapkan protokol kesehatan,” katanya.
Baca Juga: Selama Ramadan Warung Makan di Lebak Diimbau Tak Berjualan Secara Terbuka
Dirinya berharap dengan diterapkannya prokes dilingkungan sekolah dapat melindungi para siswa-siswi serta gurunya dari paparan virus Covid-19. “Kita harap dengan ini para siswa dan guru yang sudah tidak sabar lagi melakukan sekolah tatap muka dapat terlindungi dari paparan virus Covid-19,” harapnya. (mulyana/made)
