SATELITNEWS.ID, TANGERANG–Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau corporate social responsibility (CSR) Kota Tangerang dinilai tidak optimal dalam menjalankan fungsinya. Penilaian itu disampaikan Anggota Fraksi PKB DPRD Kota Tangerang Tasril Jamal.
“Serius tidak optimal karena kita sendiri tidak melihat hasil CSR apa yang ada di Tangerang ini,” ujar Yasril di gedung DPRD Kota Tangerang, Selasa, (20/4).
Tasril membandingkan kinerja forum TJSL CSR Kota Tangerang dengan wilayah lain. Contohnya di Semarang yang menggandeng sejumlah perusahaan untuk melancarkan programnya dalam pembangunan infrastruktur kota.
“Kamu coba cek di Semarang, Perusahaan di sana diberi program oleh Dinas PU. Terus perusahaan itu merealisasikan programnya,” ungkapnya.
Menurutnya, Forum CSR Kota Tangerang juga dapat menerapkan strategi tersebut untuk pembangunan kota seperti memecahkan persoalan banjir. “Bukan uang CSR dikumpul forum, tapi kita enggak tahu dana CSR-nya dibawa ke mana,” katanya.
Tasril menambahkan, perusahaan terbuka, BUMN dan BUMD di kota seribu industri dan sejuta jasa ini begitu banyak jumlahnya. Forum CSR Kota Tangerang pun harus bisa menggandeng perusahaan-perusahaan tersebut untuk turut serta dalam program CSR.
Baca Juga: Wakil Ketua II DPRD Kota Tangerang Dorong Pengawasan MBG Diperkuat
“Di sini perusahaan Tbk banyak dan mereka untungnya triliunan. Sedikitnya 2,5 persennya harus digunakan dana CSR. Ini ke mana,” tuturnya.
Tasril menyebut pandemi COVID-19 kini jangan dijadikan sebagai selimut atau alasan untuk tidak melakukan program. DPRD Kota Tangerang akan melakukan pemanggilan kepada Forum CSR Kota Tangerang terkait kinerja yang tidak optimal itu.
“Ini saya minta Forum CSR kita panggil nanti, kita tanya. Yang jelas saya melihat tidak optimal,” ucapnya.
Ketua Forum TJSL CSR Kota Tangerang, Mulyanto mengaku tak keberatan dengan kritik tersebut. Hal itu kata dia dapat menjadi motivasi bagi Forum TJSL Kota Tangerang untuk mengkoreksi kinerja.
“Tapi kan tidak maksimalnya khususnya di 2020 sampai sekarang posisi pertengahan 2021. Ini kan situasi pandemi dengan situasi berkepanjangan yang belum menentu. Ini berdampak pada para pelaku usaha di kota Tangerang,” ujar Mulyanto, Rabu (21/4).
Kendati demikian, kata Mulyanto pihaknya terus berupaya memaksimalkan kinerja di tengah Pandemi Covid-19. Komunikasi dengan perusahaan juga terus dilancarkan. Hasilnya, perusahaan pun siap menyalurkan CSR-nya.
Baca Juga: Polemik Paripurna, Bupati Lebak Buka Suara
“Namun karena pandemi sekarang ini mereka jawabannya belum bisa memberikan kepastian. Tapi proposal kita sudah masuk juga ke beberapa perusahaan. Kita tidak diam,” katanya.
Mulyanto menuturkan sudah banyak program yang dikerjakan menggunakan CSR dari perusahaan di tengah Pandemi Covid-19. Sepeti bedah rumah, kampung tematik dan revitalisasi Lapangan Ahmad Yani yang biaya rekonstruksinya mencapai Rp 6 Miliar.
“Nggak usah jauh jauhlah kalau dikatakan tidak optimal. Lah itu yang lapangan Ahmad Yani itu forum CSR. Tapi kita ngga mempermasalahkan itu. Mungkin mereka kurang informasi tentang itu,” jelasnya.
Perlu diketahui pula kata Mulyanto Forum TJSL sama sekali tidak mengola dan menerima uang dari CSR perusahaan. “Kita menerima bentuk program atau kegiatan. Seperti BRI dia membantu dana CSR untuk pembuatan budidaya magot. Itu mereka vendornya. Sehingga CSR dalam bentuk jadi, bentuk kerangka langsung ke penerima manfaat,” pungkasnya. (irfan/gatot)




















