SATELITNEWS.ID, KAB TANGERANG—Seorang pria yang bernama Suhendra (51) ditemukan meninggal dunia di dalam angkutan umum dengan kondisi mulut yang mengeluarkan darah di depan Pasar Tradisional Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Kamis (12/08/2021) siang. Diduga korban mengidap penyakit karena saat sebelum meninggal kondisinya sedang tidak sehat.
Salah seorang saksi yang bernama Saefudin (20) mengatakan, korban merupakan seorang sopir angkutan umum trayek Daru-Balaraja, dia sedang ngetem di depan pasar tradisional Tigaraksa.
Dikatakannya, saat pertama datang ke lokasi, korban masih berbicara (ngobrol), namun ketika siang pukul 13:00 WIB korban masuk ke dalam mobil. Katanya, memang korban terlihat batuk-batuk.
” Korban merupakan seorang sopir, dia sedang mangkal seperti biasa di depan pasar, saat dia batuk darah tidak ada yang tahu, ” kata Saefudin kepada SatelitNews.Id, Jumat (12/08/2021).
Memurut saksi, setelah korban masuk kedalam mobil, tidak tahu lagi apa yang terjadi. Namun saat ada penumpang yang masuk ke dalam mobil barulah diketahui bahwa korban sudah tidak sadarkan diri. “Korban diketahui sudah terkapar ketika salah seorang penumpang masuk ke dalam mobil lalu teriak meminta tolong, ” katanya.
Sontak warga sekitarpun langsung menghampiri TKP. Setelah itu, dirinya langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian Sektor Tigaraksa. Setelah tiba salah satu anggota, korban langsung dievakuasi. ” Kami langsung laporkan kejadian itu kepada pihak Kepolisian Sektor Tigaraksa, “ujarnya.
Sementara, Kanit Reskrim Polsek Tigaraksa Iptu Edi Sumantri membenarkan terkait adanya penemuan jenazah didalam angkutan umum trayek Daru-Balaraja, yang sedang mengetem di depan Pasar Tradisional Tigaraksa. ” Iya betul, ” singkatnya.
Lanjut Edi, namun berdasarkan keterangan pihak keluarga, bahwa korban memang sedang sakit, namun memaksa untuk menarik angkutan umum. Pihak keluarga juga menolak untuk diautopsi dan menerima peristiwa itu sebagi musibah. ” Kata Istrinya, korban memang sedang sakit, tapi nekat untuk bekerja, ” ujarnya. (alfian)