SATELITNEW.ID, BINTARO—Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan target untuk dosis pertama vaksinasi Covid-19 di Tangerang Selatan (Tangsel) harus mencapai 70 persen. Hal tersebut disampaikan Budi saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit (RS) Premier Bintaro, Kecamatan Pondok Aren Kota Tangsel, Minggu (15/8/2021).
“Warga Tangerang Selatan ini ditargetkan harus 70 persen divaksinasi dosis pertama dari target utama,” kata Budi.
Diketahui, Menkes Budi meninjau vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun dan tenaga kesehatan di RS Premier Bintaro bersama Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Maxi Rein Rondonuwu.
Vaksinasi tersebut memberikan suntikan dosis kedua kepada 250 anak, dosis pertama untuk 50 anak, dan dosis pertama untuk tenaga kesehatan.
Budi mengatakan, data capaian vaksinasi di Tangsel sudah mencapai 43 persen, sehingga pemerintah daerah harus mengejar setidaknya 27 persen lagi untuk memenuhi target vaksinasi dosis pertama.
Dia mengingatkan agar vaksinasi kedua tetap diperhatikan. “Jangan juga mengorbankan suntikan kedua. Jadi, suntik keduanya harus tetap jalan,” imbuhnya.
Dia berharap warga yang ingin melakukan vaksinasi Covid-19 untuk segera membuat jadwal karena dia memperkirakan minggu depan Indonesia akan menerima 20 juta dosis vaksin lagi. “Mudah-mudahan kalau semua rakyat Indonesia bantu, perusahaan bantu, harusnya vaksinasi ini bisa berjalan dengan cepat dan lancar, sukses selalu Rumah Sakit Premier Bintaro dan terus melakukan vaksinasi,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Tangsel tidak yakin capaian vaksinasi bagi 1.073.266 warganya dapat tercapai 100 persen hingga akhir Agustus 2021. Hal ini lantaran sejumlah kendala dalam mengejar target vaksinasi.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, saat ini realisasi vaksinasi dosis pertama bagi warga Tangsel baru mencapai 40 persen sedangkan untuk dosis dua baru 20 persen. “Kalau melihat kondisi kayak begini agak susah ya,” ungkap Benyamin Davnie saat dikonfirmasi, Sabtu (14/8/2021).
Masih rendahnya realisasi vaksinasi di Tangsel dipengaruhi beberapa hal. Seperti keterbatasan stok vaksin sampai tenaga vaksinator yang kelelahan untuk bisa mengejar target vaksinasi yang ingin dicapai Pemerintah.
“Jumlah vaksinasi juga tidak bisa didrop sekaligus dari Dinkes Banten. Yang kedua teknis pelaksanaannya, waktu itu di kelurahan, setiap kelurahan saya bebankan 5.000 satu hari, itu kelelahan di tingkat medisnya yang enggak ketolongan,” ucap Benyamin.
Dengan realita tersebut, Pemkot Tangsel kemudian menurunkan target capaian vaksinasi yang ingin dicapai 100 persen di akhir Agustus 2021 ini menjadi 60 persen.
“(60 persen) sampai akhir Agustus lah. Insya Allah kecapai,” pungkasnya. (jarkasih)