SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Malam HUT RI di Kecamatan Ciledug Kota Tangerang menjadi musibah bagi dua orang ini. Diduga menggelar pesta minuman keras (miras) oplosan, DO dan CH tewas di sebuah rumah kontrakan di RW 04, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug Senin, (16/08/2021) malam.
Ketua RW setempat, Tamut mengatakan, rumah tersebut memang kerap dijadikan tempat berpesta miras. Aktivitas tersebut katanya sudah dilakukan sejak Minggu (15/08/2021) yang kemudian berlanjut ke hari berikutnya. “Memang sering di sini. Dari hari minggu minum-minuman. Letak kejelasan orangnya juga kita ngga jelas. Pas bener ya, karena bermasalah mulu si kontrakannya,” ujarnya, Selasa (17/8/2021).
Tamut mengatakan, keduanya ditemukan tak sadarkan diri pada Senin (16/08/2021) malam. Saat itu, kondisinya tergeletak di lantai dengan mulut yang berbusa. “Masalahnya hanya minuman. Kemarin Minggu kalau ngga salah minum. Dan Seninnya kira – kira abis magrib itu geletak aja udah pada keluar busa,” jelas dia.
Kata Tamut, DO dan CH merupakan warga pendatang yang sudah setahun tinggal di kawasan tersebut. Namun, KTP mereka sudah Kota Tangerang. “Di sini laporan dari RT, DO udah lama dia udah KTP Tangerang kalau CH KTP sempat ilang cuma udah dibuat surat kehilangan di RT tapi dia udah setahun kira kira (tinggal di Ciledug),” ujarnya.
Menurut Tamut dari informasi yang dia terima salah satu korban merupakan petugas keamanan di salah satu klub yang ada di Jakarta Barat. Satu orang lainnya merupakan pekerja serabutan. “Terakhir dapat kabar (CH) kerja security di daerah Kalideres. Kalau Pak DO hanya kerja serabutan,” katanya.
Kapolsek Ciledug Kompol Poltar L Gaol membenarkan penemuan mayat tersebut. Kata dia, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, (15/08/2021). “Itu penemuan mayat biasa. Minumnya dua hari yang lalu bro (Minggu). Kejadian dua hari yang lalu hari Minggu,” ujarnya kepada SatelitNews.Id.
Baca Juga: Wali Kota Tangerang Sachrudin Putuskan PJJ Diperpanjang hingga Jumat
Terkait dengan dugaan karena minum miras oplosan Poltar enggan mengungkapkannya . “Yang lebih tau dokter ya. Tapi yang pasti kita temukan meninggal,” tuturnya. Saat diketahui tak bernyawa di kontrakannya menurut Poltar pihaknya tak menemukan tanda-tanda kekerasan. “Kita cek TKP (Tempat Kejadian Perkara) bersih, tubuh juga tidak ada tanda-tanda kekerasan,” ungkapnya. Kemudian dia juga tak menemukan miras atau barang haram apapun termasuk narkoba. “Tidak ada. Minum dua hari lalu,” pungkasnya. (irfan)
























