SATELITNEWS.ID, PONDOK AREN— Ratusan pengepul barang bekas di Jalan Haji Sarmili, Kelurahan Jurang Mangu Timur Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, menempati tenda pengungsian. Tempat tinggal mereka rata dengan tanah setelah dilalap si jago merah pada Rabu, 25 Agustus 2021 lalu.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan meninjau langsung lokasi kebakaran dan tempat pengungsian Kamis (26/8/2021). Pilar pun menyempatkan diri berbincang dengan sejumlah korban kebakaran.
Air mata Wartini (50), salah satu korban kebakaran tak terbendung saat bercerita di hadapan Wakil Walikota. Suaranya terbata-bata. Sesekali dia menghapus air matanya menggunakan kerudung yang dia kenakan.
Tangisan Warniti pun semakin pecah, saat ia mengingat buah hatinya yang masih berusia belasan tahun nyaris menjadi korban jiwa kebakaran tersebut. Kala itu, saat sudah menyelamatkan diri, Warniti baru ingat anak bungsunya itu masih lelap tertidur.
Sedangkan si jago merah sudah mengamuk begitu ganas. Api sudah membesar dan kepulan asap hitam telah membumbung tinggi ke udara. “Akhirnya saya balik lagi ke dalam. Saya ingat anak saya masih tidur. Kakaknya sempat teriak dan menahan saya untuk tidak balik lagi, tapi saya tetap bersikeras kembali ke dalam untuk menyelamatkan anak saya,” tuturnya.
Wartini menuturkan sejak pertama ia melihat titik api menyala dan mendengar suara ledakan dari salah satu lapak kosong, dia berteriak membangunkan orang di sekitarnya. Semakin lama terlihat api kian membesar. “Saya juga tidak sempat mengamankan barang, hanya membawa uang Rp7 ribu,” kata Warniti kepada Pilar.
Wartini adalah satu dari ratusan korban kebakaran yang kini mengungsi di tenda darurat.
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan pun tak dapat menyembunyikan rasa keprihatinannya saat mendengarkan cerita wanita paruh baya tersebut. Sembari mengelus lengan Warniti, Pilar berjanji untuk memberikan bantuan dan mencari solusi untuk warga.
“Ibu yang sabar ya. Kita sama-sama dari Pemkot Tangsel mencari solusinya. Yang penting ibu sekarang aman dulu, bisa istirahat, bisa makan, itu kan yang penting. Namanya juga musibah ujian dari Allah,” ucap Pilar sembari menenangkan Wartini.
Ia menyebut, duka yang dirasakan oleh Wartini dan korban lainnya juga turut dirasakan olehnya. “Ya beliau (Wartini) mengingat anaknya. Ada trauma juga dari masyarakat hampir saja kejadian ini merenggut nyawa. Kalau harta benda saya yakin mereka sudah tidak memikirkan, selain keselamatan keluarga,” ujarnya.
Di lokasi, Pilar berserta jajarannya pun bertindak cepat untuk hadir memberikan sejumlah bantuan bagi warga terdampak bencana kebakaran tersebut. “Selain sembako juga ada alat masak, baju-baju sekolah anak, kita siapkan. Setidaknya mereka punya sesuatu untuk bertahan,” pungkasnya.
Pilar juga menjanjikan tempat tinggal sementara bagi para korban. Menurutnya, terdapat 44 keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan harta bendanya dalam peristiwa tersebut. Saat ini, mereka tinggal sementara di tenda darurat yang dibangun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangerang Sekatan di lokasi kejadian.
“Ada 44 KK (kepala keluarga). Sementara sifatnya di sini kami pasang tenda dari BPBD juga suplai makanan dan sebagainya,” ujarnya.
Nantinya, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) akan mencari dan menyiapkan rumah kontrakan untuk dihuni para korban sementara waktu. Dia memastikan bahwa seluruh biaya sewa rumah kontrakan akan ditanggung oleh Pemkot Tangsel sampai para korban mendapatkan tempat tinggal baru.
“Prinsipnya yang penting mereka bisa hidup dengan tenang dan aman selama masa pemulihan ini,” pungkasnya.
Terkait penyebab kebakaran, pihaknya masih menunggu penyelidikan kepolisian. Pihaknya sudah meminta kepolisian menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan ratusan bangunan semi permanen di kawasan tersebut.
“Penyebab kebakaran kami serahkan ke kepolisian. Kami tunggu jawaban pihak kepolisian,” ujarnya.
Saat ini, Pilar mengaku baru mendapatkan keterangan sementara dari para korban yang menyebutkan bahwa api berasal salah satu bedeng kosong. Setelah itu, api dengan cepat membesar dan menyambar bangunan semi permanen lain di lokasi kejadian. “Kami tanyakan kepada warga, itu terjadi di salah satu rumah yang bedengnya kosong. Api dari situ akhirnya menyebar ke bedeng lainnya,” jelas Pilar. (jarkasih)