SATELITNEWS.ID, LEBAK—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mencatat kerugian akibat banjir yang terjadi di lima kecamatan ditaksir hampir Rp 5 miliar. Pemulihan terus dilakukan dengan bantuan logistik.
Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama mengatakan banjir merendam sebanyak 1.273 rumah. Lima rumah dilaporkan rusak berat dan ringan yang tersebar di lima kecamatan. Sementara ratusan jiwa mengungsi karena rumah mereka terendam air dengan ketinggian bervariasi.
Satu orang warga juga dilaporkan meninggal setelah hanyut terbawa arus sungai yang meluap. Banjir yang terjadi setelah wilayah Lebak diguyur hujan lebat semalaman menyebabkan kerugian yang tidak sedikit. “Berdasarkan perhitungan, kerugian diperkirakan sekitar Rp 4,8 miliar. Sudah, ini sudah dilaporkan ke pemerintah daerah,” kata Febby, Rabu (15/09/2021).
Febby menjelaskan, kerugian itu dihitung melihat bagaimana kerusakan infrastruktur, kerusakan peralatan rumah tangga yang terendam banjir. Namun, kerugian terbesar didominasi oleh aktivitas ekonomi yang lumpuh akibat banjir. “Seperti warga tidak bisa bekerja karena banjir dan aktivitas ekonomi lainnya yang berhenti atau tidak bisa dilakukan karena dampak banjir tersebut,” ungkap Febby.
Kata Febby, dimulai kemarin, pihaknya bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah bergerak membersihkan sampah di drainase yang menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya banjir. “Dari kemarin sudah dilakukan, ya kita antisipasi agar tidak terjadi, dan kalau pun banjir bisa lebih cepat surut,”katanya.
Banjir yang merendam rumah warga, menurut Febby sudah surut dan wargapun sebagian sudah kembali beraktifitas. Sementara untuk pemilihannya pasca bencana alam itu pihaknya terus melakukan upaya pemulihan dengan menyalurkan bantuan kedaruratan bagi masyarakat yang terdampak.
Baca Juga: El Nino Mengancam, Polres Lebak Siapkan Sumur Bor
“Kita terus monitoring pasca bancana ini dengan berkoordinasi dengan pihak kecamatan hingga tingkat desa serta anggota relawan BPBD yang tersebar di lima kecamatan yang terdampak,” ujarnya.
Cuaca ekstrem yang ditaksir masih terjadi di Kabupaten Lebak, Febby mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dikhawatirkan banjir susulan terjadi. “Terus waspada khawatir terjadi banjir susulan. Tapi, kita juga meminta kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarang karena banjir salah satunya dipicu tumpukan sampah yang menyangkut di aliran draenase,” imbuhnya.(mulyana)
























