SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Sampah salah satu permasalahan klasik yang dihadapi masyarakat khususnya di perkotaan. Namun berkat orang-orang kreatif, sampah pun tidak lagi menjadi musibah.
Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Widatama Kelurahan Nusa Jaya Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang salah satunya. Sebab kehadiran mereka justru membantu pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah. Sampah rumah tangga yang dihasilkan setiap harinya diolah menjadi pupuk dan bahan baku daur ulang.
Ketua TPST Widatama yakni Kaitman mengatakan, TPST yang telah berdiri sejak tahun 2007 ini mengolah sampah dari 14 RT di 4 RW setempat. Setiap hari sebanyak 6 kubik sampah diangkut oleh dua armada bentor dan diolah oleh lima orang personel TPST.
“Sampah yang datang diolah dengan terlebih dahulu memisahkan jenis sampah. Sampah organik akan dimasukkan ke dalam mesin pencacah menjadi pupuk kompos dan anorganik berupa kantong plastik, botol minuman dan lainnya dikumpulkan untuk selanjutnya dijual,” ujar dia.
Pengelolaan sampah organik dan anorganik di TPST keduanya menggerakkan roda operasional TPST. Pupuk kompos yang dihasilkan setiap bulannya mencapai 200-250 Kilogram. “Selain kita jual per kantong ukuran 8 Kilogram sebesar Rp 5 ribu, kami juga membagikan ke warga,”ujarnya.
Sedangkan sampah plastik yang dijual ke pengepul setiap bulannya mencapai 1.300 Kilogram. Banyaknya sampah plastik yang dikelola di TPST membantu pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah terutama mengurangi beban tumpukan di TPA Rawa Kucing.
Baca Juga: Siaga Hadapi Potensi Banjir, Kecamatan Karawaci Gelar Apel
“Sampah ini kan menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah tetapi juga masyarakatnya, kehadiran TPST tak hanya mengurangi banyaknya sampah tetapi juga berupaya mengedukasi masyarakat terkait permasalahan sampah,” kata dia.
Kaitman menyampaikan agar masyarakat belajar mengolah sampah di rumah dengan memisahkan jenis sampahnya.”Sampai saat ini kami masih temui banyak sampah popok yang dibuang bersama kotorannya lalu juga ada sampah masker tak dipisahkan,” ungkapnya.
Dalam rangka mengedukasi warga untuk mengolah sampah dari rumah TPST Widatama juga membuat celengan sedekah sampah yang diletakkan di lokasi strategis seperti warung dan permukiman.
Kaitman mengatakan, celengan sampah dimulai pada tahun 2020 lalu, bentuknya seperti tempat sampah dibuat secara sederhana dari sampah-sampah besi kassa dan tutup kipas angin. Bagian luarnya ditempel stiker bertuliskan sedekah sampah plastik.
“Saat ini baru ada 6 celengan setiap dua minggu kami kumpulkan dan dijual ke pengepul, hasilnya dikembalikan kembali ke masyarakat dalam bentuk sumbangan kepada mereka yang membutuhkan,” ujar dia.
Kaitman mengatakan program ini salah satu cara mengedukasi ke warga bahwa sampah plastik tak dapat diurai sehingga harus dipisahkan. Kemudian juga mengajak warga bersedekah dengan sampah yang dimiliki. “Jumlah celengan sampah akan kami tambah, harapannya menjadi kebiasaan baik di masyarakat khususnya di Nusa Jaya untuk memilah sampah di rumah,” tukasnya.
Baca Juga: Pelaku Curanmor di Karawaci Babak Belur Diamuk Massa
Kelurahan Nusa Jaya memiliki Bank Sampah yang berdiri sejak tahun 2018. Kehadirannya dalam rangka memfasilitasi masyarakat Nusa Jaya yang gemar memilah sampah dari rumah. Kaitman mengatakan didirikan saat itu Bank sampah Nusa Jaya langsung bekerja sama dengan salah satu Bank swasta melalui salah satu programnya yakni Laku Pandai BCA. Kerjasama tersebut memudahkan nasabah bank sampah untuk mengambil uang hasil tabungan sampah yang dikumpulkan.
“Mengapa bank sampah Nusa Jaya bekerja sama dengan bank swasta, artinya sudah ikut program gemar menabung. Dan yang paling penting meningkatkan kepercayaan nasabah karena uang yang mereka tabung sudah ada di tangan mereka dalam bentuk ATM,” katanya
Saat ini sebanyak 60 warga Nusa Jaya dan 4 Sekolah menjadi nasabah Bank Sampah Nusa Jaya. Mereka menikmati hasil dari tabungan sampah yang dikumpulkan. “Kami yakin satu satunya bank sampah yang nasabahnya punya ATM baru bank sampah Nusa Jaya,”ungkap dia. (made)
























