SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG–Dari dua orang anggota teroris kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), yang ditembak oleh Satuan Tugas (Satgas) Madago Raya di Sulawesi Tengah (Sulteng), Sabtu (18/9/2021) lalu. Satu diantaranya yakni, warga Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang.
Kedua orang teroris yang tewas pada saat baku tembak dengan Satgas Madago Raya itu yakni, Ali Kalora dan pengawalnya Jaka Ramadan. Adapun yang diketahui indentitasnya warga Kabupaten Pandeglang, Jaka Ramadan.
Kapolsek Bojong, AKP Sukarman membenarkan, Jaka Ramadan adalah warga Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang. “Hasil penelusuran anggota kami, betul yang bersangkutan (Jaka,red) memiliki identitas sebagai warga Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang,” kata AKP Sukarman, saat dikonfirmasi via telepon, Senin (20/9/2021).
Katanya, Jaka sudah puluhan tahun tidak menetap di Kecamatan Bojong. Bahkan, dikabarkan sudah sejak lama pergi ke Sumatera Tengah, hingga akhirnya bergabung dengan kelompok MIT pimpinan Ali Kalora.
“Jadi memang dia (Jaka,red) sudah lama enggak tinggal di sana. Di rumahnya juga kosong, sudah enggak ditempati lagi,” tandasnya.
Keterangan dari orang tua Jaka, yang didapatnya, ibunya mengetahui kematian anaknya itu dari warga sekitar. Sang ibu-pun mengikhlaskan kematian anaknya.
Baca Juga: Dikenal Tertutup, Jaka Meninggalkan Pandeglang Sejak Lulus SMP
“Sudah ada keputusan dari ibunya, jenazah Jaka tidak usah dibawa ke sini, dikuburkan di sana saja. Karena ibunya sudah ikhlas. Ibunya juga sudah nitip, sekarang enggak mau diganggu dulu sama orang lain. Lagi pengen menyendiri,” ujarnya.
Bahkan saat hendak ditemui oleh para wartawan dikediamannya, ibunda Jaka, secara halus menolak dengan memberikan isyarat menganggkat kedua tangannya (tanda memohon), ogah diganggu dulu.
Untuk diketahui, Satgas Madago Raya menembak mati pimpinan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora, dan pengawalnya Jaka Ramadan. Baku tembak itu terjadi, pada Sabtu (18/9/2021) di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng.
Ali Kalora sebelum tewas ditembak bersama anak buahnya, masuk dalam enam DPO (Daftar Pencarian Orang) Satgas Madago Raya. Keempat DPO itu adalah, warga Bima.
Satgas Madago Raya-pun masih memburu 4 anggota MIT yang menjadi DPO, usai pimpinan mereka, Ali Kalora, tewas ditembak. Satgas berharap, operasi pengejaran itu segera tuntas. (nipal)

















