SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG–Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, sangat berdampak pada perekonomian masyarakat. Hal tersebut, membuat seorang pemuda asal Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, menggagas Kampung Ekonomi Digital, di Kampung Cigobang, Desa Curuglemo, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang.
Penggagas Kampung Ekonomi Digital, Ano Suharna mengatakan, gagasan ini tercipta dari kegalauan masyarakat yang terdampak pandemi. Sebagian besar warga yang biasa bekerja di luar daerah, harus di rumahkan lantaran ada pengurangan karyawan di perusahaan.
Ditambah lagi, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), membuat ruang gerak menjadi terbatas, karena harus menghindari kerumunan.
“Situasi pandemi ini, berdampak ke berbagai bidang terlebih ekonomi, sehingga menuntut semua pihak untuk terus berinovasi mencari solusi dampak tersebut, maka kami sebagai penyuluh terus bergerak dan berinovasi, dengan menggagas kampung ekonomi digital,” kata Ano, Jumat (1/10/2021).
Kata dia, dengan terciptanya kampung ekonomi digital mampu membantu perekonomian masyarakat, di masa Pandemi Covid-19 ini. Selain itu, pria yang berprofesi sebagai penyuluh agama di Kecamatan Mandalawangi ini berharap, gagasannya bisa menginspirasi penyuluh lain untuk terus membantu masyarakat.
“Semoga gagasan ini menginspirasi pergerakan seluruh penyuluh agama di Indonesia,” harapnya.
Di tempat yang sama, Camat Mandalawangi, Bunyamin mengaku, sangat menyambut baik gagasan tersebut. Terlebih, gagasan itu diciptakan oleh putra asli daerah, yang notabene tahu karakteristik daerahnya.
“Saya mendukung sekali kegiatan ini. Apalagi di zaman modern ini, tidak terlepas dari yang namanya digitalisasi. Saya menyambut baik, ini suatu inovasi dari temen-temen penyuluh. Semoga, menjadi cikal bakal kampung ekonomi digital di kecamatan lain,” tambahnya.
Pekapontren Kemenag Pandeglang, H Agus Salim mengaku, sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan penyuluh agama dan para pemuda di Mandalawangi.
“Ini bagian dari tugas pokok dan fungsi, kepanjangantangan dari Kemenag. Penyuluh agama harus punya inovasi, seperti yang dilakukan oleh penyuluh agama Kecamatan Mandalawangi,” imbuhnya. (nipal)