SATELITNEWS.ID, LEBAK—Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Kabupaten Lebak Senin (04/10/2021) menggelar kegiatan donor darah dan santunan anak yatim di Pendopo Museum Multatuli, Jalan Abdi Negara, Kecamatan Rangkasbitung. Hasilnya, dari target 50 yang terkumpul kurang lebih 80 kantong darah. Aksi yang digagas dalam rangka HUT Pokja wartawan ke- 2 itu mendapat apresiasi dari UDD PMI Lebak, yang saat ini mengalami krisis stok darah.
Donor darah salah satu kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Lebak ke-2 itu, menjadi serbuan warga dari berbagai wilayah. Sebab, pada aksi itu warga yang mendonorkan darahnya mendapat bantuan berupa beras, buah-buahan, serta bingkisan sembako. Tidak hanya donor darah, Pokja Wartawan juga menggelar santunan anak yatim yang bertujuan untuk meringankan beban anak tersebut.
“Alhamdulilah kegiatan hari ini donor darah dan santunan anak yatim berjalan lancar. Target donor darah sebanyak 50 kantong melebihi target yakni mencapai 75 kantong. Ini bentuk ikhtiar kita untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah di UDD PMI yang mengalami krisis, dan membantu warga tak mampu khususnya anak yatim,” kata Ketua Pokja Wartawan dan Elektronik Lebak, Mastur Huda.
“Kami (Pokja) mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur yang telah membantu mensukseskan program ini,” timpal Mastur.
Sementara, Koordinator mobil unit UDD PMI Lebak Adi Setiadi mengatakan, dengan adanya kegiatan ini (donor darah) bisa membantu memenuhi kebutuhan darah di UDD PMI. Pasalnya, sejak pandemi Covid-19 minimnya kegiatan jemput bola membuat stok darah menipis.
“Tingginya minat dan minimnya pendonor membuat ketersediaan atau stok darah di UDD PMI krisis. Maka kami ucapkan terima kasih adanya kegiatan ini bisa membantu ketersediaan dahar,” terangnya.
Baca Juga: PMI Tangsel Pastikan Donor Darah Tetap Aman saat Berpuasa, Edukasi Diintensifkan
Saat disinggung golong darah apa yang saat ini kerap kosong, Adi menyebut golongan darah O. Untuk menanggulanginya, Adi menjelaskan memanfaatkan sosial media (penyebar informasi soal kebutuhan darah) atau keluarga pasien untuk untuk menanggulangi kebutuhan darah yang di inginkan pasien.
“Karena tidak ada pasokan dari luar, ya tentatifnya sifatnya memanfaatkan sosial media atau meminta keluarga pasien untuk membantu kebutuhan darah bagi pasien,” ujarnya. Kembali disinggung, berapa jumlah kantong darah untuk kebutuhan dalam sehari, Adi menyebut untuk kebutuhan dalam sehari mencapai 1.200 kantong. “Itu tadi tingginya orang yang membutuhkan, pendonor minim sehingga membuat ketersediaan stok darah krisis,”imbuhnya.(mulyana)
