SATELITNEWS.ID, JAYAPURA–Atlet binaraga Banten Tjhie Rachmad Widjaja yang turun di kelas 85 Kg plus berhasil membawa pulang medali perak usai berlaga di auditorium Universitas Cenderawasih Jayapura, Senin (4/10) malam WIT. Juara pertama yang meraih emas adalah atlet Aceh yakni Amriyanto sedangkan perunggu diraih atlet Yogyakarta atas nama Nur Ikhsan.
Namun demikian raihan Rachmad masih bisa berubah jika saja protes yang diajukan Banten diterima oleh Dewan Hakim. Banten melakukan protes terhadap Amriyanto yang tampil kurang dalam hal berat badan. Dimana Amriyanto tampil hanya dengan berat badan 84,5 kg.
“Kita lakukan protes karena secara aturan yang main di 85 kg plus adalah atlet yang memiliki berat badan 85 kg ke atas, sedangkan atlet Aceh berat badan saat tampil hanya 84,5 kg,” ungkap Edi Irianto Wakil Ketua CdM Banten.
Protes Banten dikemukakan Edi juga mendapat dukungan dari dua provinsi lainnya yakni Yogyakarta dan Bali. Hingga pukul 22.00 WIT, pihak Banten masih menunggu giliran mengajukan protes setelah sebelumnya pihak Jawa Timur dan Kalimantan Timur mengajukan protes hasil pertandingan kelas 80 Kg.
“Ini harga diri masyarakat Banten, makanya kami akan berusaha semaksimal mungkin mengajukan protes agar diterima,” tukas Edi.
Sementara itu, Rahmat mengaku gembira bisa mempersembahkan medali perak bagi Banten. Namun dirinya juga merasa kecewa belum bisa mempersembahkan emas bagi Banten.
“Kami sudah berusaha maksimal di pertandingan ini. Saya dedikasikan medali perak ini untuk keluarga, pelatih, warga Banten serta Provinsi Banten. Kami juga persembahkan medali untuk Ketua PBFI Banten almarhum PakYanto,” katanya.
Sementara itu pelatih binaraga Urip Fauzi bangga atletnya berhasil meraih perak. Laga ini sendiri berjalan ketat sebab semua peserta tampil maksimal untuk merebut medali.
Ketua KONI Banten Rumiah Kartoredjo bersama Ketua CDM Agus Rasyid yang datang menyaksikan laga tersebut bergembira atlet nya mampu menyumbangkan perak. (gatot)