SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG–Para nelayan Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, berharap tembok penahan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) 3 Labuan, yang ambrol beberapa hari lalu segera diperbaiki.
Sebab, akibat belum diperbaiki atau dibiarkan begitu saja, membuat aktivitas para nelayan di Kecamatan Labuan terhambat, dan kesulitan menyandarkan kapal saat hendak mengangkut ikan ke TPI.
Seorang nelayan, Camin (60) menyatakan, sangat menyayangkan kondisi tembok penahan TPI yang tak kunjung diperbaiki. Padahal katanya, kerusakan itu sudah satu minggu. Akibat belum diperbaiki, menghambat aktivitas nelayan.
“Sudah dari minggu lalu kejadiannya. Kita jadi susah, pas mau angkut ikan ke TPI. Itu kan ada besi sama bekas coran juga. Jadi kita takut kena perahu, takut jeblok,” keluh Camin, Jumat (15/10/2021).
Ia bersama nelayan lainnya tambahnya, meminta kepada para pihak terkait agar segera memperbaikinya. Karena ia bersama rekanya, ingin aktivitas pengangkutan ikan di lokasi pelelangan bisa normal kembali, seperti dulu.
“Kami harap, persoalan ini segera ditangani. Pokoknya, bagaimana caranya tembok yang ambrol cepet diperbaiki, puing-puingnya diangkat semua. Sebab itu mengganggu, khususnya saat bongkar muat ikan,” tegasnya.
Baca Juga: Gunung Endut Lebak Dilirik Sebagai Sumber Energi Baru dan Terbarukan
Selain itu, Camin menduga, keberadaan proyek Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di lokasi pelelangan, ikut mengakibatkan kondisi tanah di sana menjadi amblas. Pasalnya, JPO itu diketahui memotong tembok pelelangan sekira hampir dua meter, untuk dibuat menjadi pondasi jembatan.
“Semenjak ada jembatan, tanahnya jadi kayak gini (amblas). Sebelumnya mah enggak pernah. Ada banjir bandang juga kuat temboknya. Tapi pas ada proyek itu, tanahnya jadi amblas,” akunya.
Terpisah, Camat Labuan, Ace Januarji mengaku, belum menerima keluhan tersebut dari warga. Namun demikian, ia memastikan akan segera mengecek permasalah itu.
Bahkan, ia berjanji siap memberikan teguran jika memang masalah tanah amblas di lokasi pelelangan diakibatkan oleh adanya proyek JPO.
“Saya belum dapat informasinya. Ini terima kasih, sudah diinformasikan. Nanti saya kroscek segera, kalau ternyata betul akibat JPO nanti saya pastikan tegur pengembangnya,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, ratusan kapal nelayan di wilayah Labuan, Kabupaten Pandeglang, kesulitan untuk sandar. Hal itu disebabkan, tembok penahan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) 3 Labuan, yang dijadikan dermaga sandaran kapal, di Kampung Pasar Baru, Desa Labuan, Kecamatan Labuan, rusak parah, sejak Jumat (8/10/2021) lalu.
Baca Juga: Pengelola dan Warga Desa Wisata Dilatih Jadi Barista Oleh Disnakertrans Kabupaten Serang
Manajer TPI 3 Labuan, Jumadi mengatakan, rusaknya DAM (tembok penahan) itu diduga akibat beberapa faktor diantaranya, usia bangunan yang sudah terlalu lama. Karena menurutnya, dibangun sejak 15 tahun lalu.
“Sudah waktunya diperbaiki atau dibangun kembali,” kata Jumadi, Rabu (13/10/2021). (nipal)

















