TANGERANG, SN—Pileg, Pilkada dan Pilpres memang masih tiga tahun lagi. Namun, PDI Perjuangan Kota Tangerang sudah bergerak memanaskan mesin politik. Itu semua dilakukan demi membidik hat-trick memenangkan pemilihan legislatif di Kota Tangerang serta mengusung kader internal menjadi orang nomor satu di kota Akhlahkul Karimah pada Pilkada 2024.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Tangerang Gatot Wibowo mengatakan, PDIP Kota Tangerang sudah mulai bergerak demi mewujudkan target yang akan diusung di tahun 2024 mendatang. Di tahun ini, kata Gatot, pihaknya tengah fokus untuk mengkonsolidasi internal dari semua tingkatan. “Sesuai dengan perintah dan arahan DPP, kemudian diteruskan DPD, kami DPC diminta untuk tahun 2021 ini menyelesaikan konsolidasi internal. Baik mulai tingkatan pengurus paling bawah, ranting, anak ranting, PAC, termasuk DPC. Termasuk badan sayap partai kami lengkapi. Dan di tahun 2021 inilah kami konsolidasi tingkatan struktur di semua lini. Itu yang menjadi pokok tugas kami di tahun 2021,” kata Gatot saat ditemui Satelit News di ruang kerjanya, Kamis (15/10/2021) lalu.
Selain itu, PDIP Kota Tangerang juga terus meningkatkan kedekatan dengan masyarakat, apalagi di masa pandemi saat ini. “Di masa pandemi, rutinitas selama ini yang kita lakukan adalah setiap minggu kita lakukan baksos dan konsolidasi ke PAC-PAC. Dan ini masih terus berlangsung, karena sekarang baru 7 kecamatan yang kita sambangi, masih ada 6 kecamatan lagi. Termasuk di tahun ini kita laksanakan program latihan kaderisasi tingkat pratama,” tukasnya.
Nah, memasuki tahun 2022 nanti, PDIP Kota Tangerang akan lebih fokus lagi dalam mempersiapkan diri untuk bertarung di tahun 2024. Apalagi tahun depan sudah masuk tahapan pemilu. Dimana partai politik akan diminta melengkapi administrasi, mulai dari alamat kantor dan lain sebagainya sebagai syarat mengikuti pemilu.
“Termasuk tahun depan kita targetkan KTA-nisasi bisa selesai. Jumlah pemilih kita di tahun 2019 ada sekitar 181.700 pemilih. Ini yang akan kita targetkan menjadi KTA-nisasi. Jadi jumlah suara selaras dengan jumlah KTA. Selain sebagai penguatan, ini juga bagian dari semangat untuk lebih meningkatkan kader-kader partai untuk kerja politik di wilayah, agar saling mengenal dan melebarkan sayap-sayap mereka di wilayah masing-masing,” jelasnya.
Baca Juga: Layanan SIM Kota Tangerang Sabtu 6 Juni 2026, Cek Lokasinya
Menurut Gatot, KTA model digital di tubuh partai menjadi sesuatu keharusan. Apalagi, soal digitalisasi KTA ini, PDIP menjadi partai pertama se-Asia Tenggara yang mendapat ISO 9001. “Digitalisasi KTA di PDIP sudah dimulai sejak 2008 atau 2009. Hampir mirip dengan e-KTP. Data yang kita miliki langsung terkoneksi dengan data yang di pusat. Makanya kita harus memodernisasi, kita kader partai diminta jangan gagap teknologi,” ujarnya.
Bagaimana targetnya? Gatot yang juga menjabat Ketua DPRD Kota Tangerang ini menargetkan PDIP Kota Tangerang bisa mencetak hat-trick memenangi pemilihan legislatif (pileg) di Kota Tangerang. Sebelumnya, PDIP Kota Tangerang sudah berjaya di pileg Kota Tangerang tahun 1999, kemudian di pileg 2014 dan pileg 2019. “Sekarang kita targetkan menangi hat-trick pemenang pileg. Memang kita sudah tiga kali, tapi itu pileg 1999. Kita ingin menang pileg di Kota Tangerang hat-trick secara berturut-turut, pileg 2014, 2019 dan 2024. Mudah-mudahan di tahun 2024 target hat-trick pemilu bisa kita wujudkan,” bebernya.
Dengan target tersebut, Gatot meyakini tantangannya bakal berat. Namun dia meyakini, dengan perjuangan dan kerja keras serta soliditas kader, target tersebut bisa diwujudkan. “Pasti berat dan dinamikanya pasti berkembang. Kita akan lalui proses itu. Makanya kita kader partai tetap disiplin loyal dan bekerja keras dalam mengemban arahan dari partai agar tetap solid menggalang kekuatan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, menurut Gatot, kader partai juga diminta untuk menjalankan perintah dan amanat dari pusat. “Arahan Ketua Umum DPP Ibu Megawati, kita diminta hadir di tengah-tengah masyarakat, mendengarkan, menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Beliau dulu pernah mengatakan, ‘kebahagiaanku adalah ketika aku menangis dan tertawa bersama masyarakat’. Nasihat itu yang kita ingat agar menjadi motivasi kader partai di Kota Tangerang,” jelasnya.
Meski demikian, Gatot meminta kader PDIP Kota Tangerang agar tidak terlalu percaya diri menghadapi pileg, pilkada dan pilpres mendatang. “Tantangannya pasti berat. Tapi pada prinsipnya kita tidak boleh menyepelekan, dan menganggap diri kita tinggi. Jadi sejajar aja, kesempatan itu semua dimiliki oleh partai yang lain,” katanya.
Baca Juga: Tiga Proyek Peningkatan Fasilitas TPA Rawa Kucing Mulai Direalisasikan
Soal pilkada 2024, Gatot mengaku masih menunggu arahan lebih lanjut. Hal ini karena menurut informasi, untuk pilkada 2024 yang dipakai adalah jumlah kursi pileg 2024. “Makanya target kita di pileg dulu. Dan saya meyakini semua partai juga akan fokus ke situ, berlomba-lomba memenangkan pileg dulu,” katanya.
Gatot menegaskan, proses demokrasi di PDI Perjuangan berjalan sangat bagus dan fair. Artinya semua kader baik internal maupun eksternal memiliki kesempatan yang sama. “Demokrasi di PDIP berjalan sangat fair. Ada usulan dan aspirasi dari bawah, lalu kita sampaikan ke DPD dan DPP. Termasuk dilengkapi dengan hasil survei di wilayah. Nanti di DPD dan DPP ada kajian lebih lanjut. Baru kemudian akan diputuskan oleh DPP,” terangnya.
Kenapa keputusannya ada di DPP? Menurut Gatot, hal tersebut untuk meminimalisir konflik internal di wilayah. “Kalau terkait pilkada, kita PDIP selalu tegak lurus apapun yang diperintahkan dan diputuskan oleh DPP. Itu yang akan kita laksanakan dan taati,” tegasnya.
Gatot juga meyakini bahwa partainya tidak kekurangan stok kader mumpuni. Apalagi PDIP termasuk partai yang sangat serius dalam hal kaderisasi ini. “Jadi PDIP ini sudah mempersiapkan kader-kadernya untuk memimpin di wilayah maupun di nasional, namun memang ada tahapan proses. Bahkan sebelum nyaleg, di PDIP itu wajib harus mengikuti sekolah partai. Dan ketika sudah terpilih, ada tahapan lagi,” ulasnya.
Terkait kader PDIP yang belum pernah ada yang menjadi orang nomor satu di Kota Tangerang, Gatot tidak ambil pusing. Menurut dia, seluruh partai politik punya keinginan yang sama mengantarkan kadernya duduk di eksekutif. “Itu memang semangatnya. Dan parpol ini kan taman sari untuk melahirkan regenerasi kepemimpinan. Cuma memang sekarang sistem kita terbuka, ada daerah-daerah yang melahirkan pemimpin yang bukan kader parpol. Dan itu sah, karena memang semua anak bangsa punya kesempatan yang sama. Memang idealnya, harusnya pemimpin itu berproses,” ulasnya.
Dijelaskan Gatot, saat ini kader PDIP Kota Tangerang banyak yang memiliki kapasitas yang mumpuni untuk menjadi the next wali kota maupun wakil wali kota. “Ya itu alamiah saja. Nanti tentunya itu bukan subjektifitas kita, tapi juga hasil survei, jadi bukan kata kita, dia mampu tidak, dasarnya apa. Begitu itung-itungannya,” ujarnya.
Baca Juga: Perbaikan Jalan Husein Sastranegara Kota Tangerang Rampung Dikerjakan
“Kayak pilkada kemarin, ketika kita melakukan proses pilkada, ya kita harus jujur saat pilkada 2019 kader-kader kita di internal namanya tidak ada yang terlalu muncul. Makanya kemarin kita ikut di koalisi besar. Jadi terkait pilkada ke depan, ya kita lihat, kans dan peluangnya, termasuk dilihat dari hasil survei. Prinsipnya, PDIP tunduk dan patuh terhadap keputusan DPP. Dan PDIP sangat terbuka melaksanakan demokrasi. Jadi bagi yang merasa mampu ya monggo dipersilakan. Tapi prosesnya tetap harus diikuti,” tegasnya.
Gatot sendiri mengaku saat ini belum berkeinginan untuk maju sebagai kader yang akan diusung di pilkada nanti. “Kalau terkait pribadi, saya mengesampingkan. Hari ini saya fokus menjalankan apa yang sudah diputuskan partai, bahwa kita harus bekerja keras, melakukan konsolidasi dan kerja-kerja politik. Baik di akar rumput, internal, eksternal, untuk kembali memenangkan pemilu di 2024. Adapun nanti terkait proses pilkada, ya alamiah saja,” ujarnya.
Sebagai Ketua DPC dan Ketua DPRD, apakah itu sudah cukup menjadi modal mencalonkan diri di pilkada? “Ya saya bilang alamiah saja, kita serahkan prosesnya mengalir apa adanya, secara administrasi berjalan dengan baik, berdasarkan hasil surveinya berjalan baik. Dan semuanya jangan lupa, kembali ke Yang Maha Kuasa. Karena manusia hanya berusaha, hasilnya kita serahkan kepada Allah SWT,” pungkasnya. (dm)
