SATELITNEWS.ID, PASAR KEMIS—Pelaku UMKM di Kecamatan Pasar Kemis mengaku tidak mudah untuk membangkitkan usahanya di masa pandemi Covid-19. Salah satu dukungan yang diharapkan adalah dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang, berupa pelatihan wirausaha. Hal ini dinilai lebih tepat ketimbang bantuan permodalan, karena menjadi sia-sia jika produk tak terjual.
Salah satu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang memproduksi Spons Cuci, Haeroni mengatakan, bahwa para pelaku UMKM mengaku sangat kesulitan untuk meningkatkan ekonomi di masa pandemi Covid-19 ini. Menurutnya, saat ini banyak pelaku usaha yang gulung tikar. Penyebabnya, minimnya modal dan sulitnya memasarkan sebuah produk kepada pembeli.
Menurut Haeroni, akibat hasil produksi yabg tidak terjual membuat modal yang ada tidak berputar, sehingga terpakai untuk kebutuhan operasional dan rumah sehari-hari.
“Ya banyak yang mengeluhkan kesulitan dalam pemasaran di masa pandemi ini. Apalagi sekarang serba online, ditambah kita juga tidak paham cara menjual produk secara online,” ujar Haeroni kepada Satelit News, Rabu (17/11).
Menurut Haeroni, Pemkab Tangerang sempat memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp2,4 juta untuk modal produksi. “Namun, ketika produk yang dibuat tidak terjual, modal itupun dianggap sia-sia karena ekonomi tidak berputar,” katanya.
Maka dari itu, Haeroni bersama para pelaku UMKM lainnya menginginkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Koperasi untuk menjalankan salah satu fungsinya, yaitu memberikan program pelatihan bagi para pelaku UMKM agar dapat bangkit kembali di masa pandemi ini.
Baca Juga: Pura-Pura Tes Motor dan Dibawa Kabur, Seorang Pria di Solear Ditangkap Warga
“Sempat dapat program Sibamas (Sistem Informasi Bantuan Masyarakat) dari Pemda (sebesar) Rp 2,4 juta, tapi tetap tidak cukup, karena karena sulitnya (mendapatkan) pembeli. Seharusnya Dinas Koperasi memberikan pelatihan juga. Ibarat kata, jangan cuma memberi umpan, tetapi berikan juga kailnya, agar kita bisa mendapatkan ikan,” tutur pria yang disapa akrab Roni
Senada, Untung Setiawan yang berprofesi sebagai penjual pakaian mengungkapkan, dalam masa pemulihan ekonomi ini, sangat dibutuhkan sekali perhatian dari Pemkab Tangerang untuk memulihkan perekonomian masyarakat, terutama dari sektor UMKM. Maka dari itu, dia berharap program pelatihan dari Dinkop bisa direalisasikan.
“Kita minta perhatian dari Pemda untuk diberikan pelatihan pemasaran. Minimal kita dapat merasakan sentuhan langsung dari pemerintah. Selama ini cuma dengar doang adanya program itu,” tandasnya.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangeranng, Nurul Hayati megatakan, bahwa program pelatihan UMKM memang sempat terhenti di tahun 2020. Hal itu dikarenakan dalam masa pandemi sehingga tidak diperbolehkan adanya kegiatan yang menyebakan kerumunan massa.
“Kalau di tahun 2020 kan karena Covid-19, jadi tidak boleh ada kegiatan ngumpulin orang. Soalnya pada saat itu kita masih zona merah,” ujar Nurul.
Saat ditanya adakah kegiatan di tahun 2021, Nurul yang dihubungi melalui via WhatsApp enggan berkomentar lebih jauh. Menurutnya, hal itu dikhawatirkan menjadi salah tafsir.
Baca Juga: 48 Jam Pabrik Plastik di Balaraja Tangerang Terbakar, 33 KK Diungsikan
“Lebih jelasnya silahkan tanya ke bidang Usaha Mikro ya, kalau via WhatsApp saya khawatir multi tafsir,” pungkasnya. (alfian/aditya)
























