SATELITNEWS. ID, TANGERANG—Persikota Tangerang langsung mempersiapkan diri menghadapi fase nasional seusai menjuarai Liga 3 Zona Banten. Pelatih Persikota Tangerang Sahala Saragih mengatakan akan mempersiapkan tim secara lebih sempurna untuk menyambut Liga 3 fase nasional. Saat ini, kata mantan pelatih Persijap Jepara itu, Persikota sudah cukup stabil. Terutama dari sisi mental dan finansial.
“Mental pemain cukup baik karena berhasil memenangkan adu penalti setelah tertinggal 1-0 serta bermain dengan 10 pemain di partai final lalu. Mentalitas itu didukung game plan yang terukur serta fisik yang seimbang. Finansial Persikota juga cukup bagus. Tidak ada keterlambatan gaji. Bonus juga ada. Makanan mengandung nutrisi terpenuhi. Unsur-unsur itu membuat Persikota leading,”ungkap Sahala, Kamis (2/12).
Menurut Sahala, Persikota masih membutuhkan pemain-pemain untuk menambah kekuatan serta menutupi kelemahan selama fase provinsi. Salah satu kekurangan yang perlu ditutupi adalah ketiadaan striker murni Bayi Ajaib. Menurut Sahala, Persikota merupakan satu-satunya tim yang tidak memiliki striker murni pada Liga 3 zona Banten.
Dia mengandalkan strategi false nine dengan memasang gelandang serang bernaluru tinggi di posisi striker. Meskipun cukup efektif selama penyisihan, ketiadaan striker murni terasa memberatkan tim ketika memasuki fase-fase sulit seperti semifinal dan final.
Untuk itu, Sahala menargetkan dapat merekrut satu striker murni. Serta merekrut full back, winger dan center back.
“Regulasinya tidak membolehkan kami merekrut pemain yang sudah bermain di Liga 3 dan Liga 2. Untuk itu pilihan paling realistis adalah mendatangkan pemain senior yang belum dapat klub. Saat ini sudah ada dua nama yang kami miliki hanya tinggal negosiasi saja,”ungkapnya.
Menurut Sahala, Persikota memiliki waktu satu bulan untuk mempersiapkan diri menghadapi fase nasional. Jeda waktu itu akan digunakan untuk menyempurnakan tim. Dia juga meyakini akan dapat mencetak atlet tangguh selama putaran nasional mendatang.
“Jadwal kompetisi belum ada karena menunggu Liga 3 provinsi lainnya. Jawa Barat baru mulai, Jawa Tengah sudah babak sepuluh besar. Perkiraan saya akhir Desember baru selesai. Maka pertandingan fase nasional berlangsung pada pekan kedua atau ketiga Januari 2022,”tandasnya.
Sementara itu Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah meminta Persikota Tangerang tidak terlalu bereuforia setelah berhasil menjadi juara Liga 3 zona Banten. Arief mengingatkan jalan Persikota menuju Liga 2 masih panjang sehingga seluruh pemain, pelatih dan juga ofisial klub kebanggaan masyarakat Kota Tangerang harus tetap waspada. Permintaan itu disampaikan Arief ketika bersama Wakil Wali Kota Sachrudin menjamu tim Persikota Tangerang, Kamis (2/12).
“Pencapaian Persikota saat ini menjadi bukti bahwa bayi ajaib benar – benar terlahir kembali,” ungkap Arief.
Dia berpesan agar pencapaian yang telah diraih tidak lantas membuat seluruh pemain maupun ofisial Persikota menjadi lengah dan berpuas diri. Mengingat target untuk berkiprah di Liga 2 masih panjang.
“Lawan-lawan yang nantinya dihadapi juga pasti tidak mudah, dan kita harus terus berkembang. Supaya mimpi dan target kita bersama bisa terwujud, yaitu berlaga di Liga 2,” pesan Wali Kota di acara yang juga dihadiri oleh Sekda Kota Tangerang Herman Suwarman dan Pelatih Persikota Sahala Saragih.
Lebih lanjut Wali Kota meminta agar pemain maupun ofisial Persikota tidak larut berlebihan dalan euforia usai berhasil memasuki fase Liga 3 Nasional.
“Untuk itu jangan terlalu euforia, karena jalan masih panjang,”tukasnya.
Sebelumnya diberitakan, Persikota keluar sebagai juara Liga 3 Banten tahun 2021. Bayi Ajaib mempertahankan gelar juara yang mereka raih tahun 2019 lalu setelah memenangi drama adu penalti dengan skor 4-3 ketika melawan Farmel FC pada babak final, kemarin. Babak penalti digelar setelah kedua tim bermain imbang 1-1 dalam laga normal yang digelar di Stadion Krakatau Steel, Cilegon.
Dalam babak adu penalti setelah skor imbang 1-1, empat algojo Persikota berhasil menjalankan tugasnya. Sementara itu dari kesebelasan Farmel dari 5 penendang yang disiapkan hanya tiga algojo yang berhasil menjalankan tugasnya. Dua pemain Farmel gagal melaksanakan tugasnya akibat tendangannya membentur tiang gawang. (irfan/gatot)