SATELITNEWS. ID, BANTUL—Persita Tangerang kembali menelan kekalahan setelah ditekuk PSIS Semarang 2-3 pada pertandingan laga pekan ke-16 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Selasa (7/12) malam WIB. Pelatih Persita Widodo C. Putro menyatakan keputusan kontroversial wasit menjadi salah satu penyebab lunturnya semangat bertanding para pemainnya sehingga harus kembali takluk.
Pada pertandingan tersebut, Persita kebobolan dua gol lebih dulu pada babak pertama. Gawang Persita kebobolan pada menit ke-27 melalui aksi Jonathan Catillana. Menerima umpan terobosan dari Septian David Maulana, Jonathan Cantillana dengan tenang melepaskan tembakan ke pojok kiri gawang Persita.
PSIS kemudian menggandakan keunggulan melalui Jonathan Cantillana pada menit ke-36. Menerima umpan silang Frendi Saputra, Jonathan Cantillana dengan tenang mengeksekusi bola yang gagal diantisipasi Dhika Bhayangkara. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua laga, Persita Tangerang langsung tancap gas. Tak butuh waktu lama, Persita mampu menjebol gawang PSIS Semarang melalui Andre Agustiar yang memaksimalkan umpan Harrison Cardoso.
Gol tersebut melecutkan semangat Persita. Memasuki menit ke-63, giliran Harrison Cardoso yang mencatatkan namanya di papan skor. Menerima umpan mendatar Altariq Ballah, Harrison Cardoso langsung melepaskan tembakan yang bersarang di pojok kanan gawang Joko Ribowo.
Namun belum lama gol penyeimbang tercipta, di menit ke-68 Persita kembali harus kebobolan usai pemain PSIS lepas dari kawalan pemain belakang Persita dan langsung berhadapan satu lawan satu dengan kiper Dhika Bayangkara. Skor pun berubah kembali menjadi 2-3.
Masuk menit ke-76 pergantian pemain kembali dilakukan di kubu Persita. Taufiq Febriyanto keluar digantikan Duta Atapelwa. Menit ke-82 ada gol yang tercipta oleh Cardoso tapi dianulir oleh wasit.
Memasuki menit-menit akhir, permainan berlangsung dengan tempo sangat cepat. Persita berusaha menciptakan gol penyeimbang, namun di lain pihak, PSIS ingin menurunkan tempo.
Alhasil, banyak pelanggaran tercipta, ditambah banyak keputusan wasit yang cukup kontroversial untuk kubu Persita. Bahkan Pelatih Kepala Widodo Cahyono Putro sampai juga harus menerima kartu kuning karena protes keras terhadap kepemimpinan wasit. Keadaan tak berubah, hingga peluit akhir dibunyikan, skor tetap 2-3.
Menelan kekalahan beruntun tentu dirasakan sebagai kekecewaan mendalam oleh Pelatih Kepala Persita, Widodo Cahyono Putro. Bisa dimaklumi, karena sepanjang permainan pun, Persita tak tampil jelek. Tapi justru banyak keputusan kontroversial wasit yang dinilai merugikan Persita.
“Selamat buat PSIS Semarang yang telah memenangkan pertandingan pada malam ini. Terima kasih juga pada pemain saya yang sudah bekerja keras. Meskipun semangat mereka dipatahkan oleh keputusan-keputusan kontroversial wasit. Tapi ke depan, mari kita samasama lagi. Ini masih panjang, masih ada putaran kedua nanti. Pertandingan masih satu kali lagi. Jadi saya harapkan pemain untuk solid, tetap kompak dan terus bekerja keras untuk bisa memenangkan pertandingan berikutnya,” ujar Widodo usai pertandingan.
Sekadar mengevaluasi pertandingan, menurut Widodo meski ketinggalan dua gol terlebih dahulu, pergantian pemain di awal babak kedua dinilainya efektif. Terbukti dengan gol yang dicetak Andre Agustiar, sang pemain pengganti, saat pertandingan babak kedua baru berjalan semenit. Tapi lagi-lagi, keputusan wasit jadi hal utama yang dipertanyakan di pertandingan.
“Ya tadi ada pergantian ya yang membawakan hasil positif. Tapi memang konsentrasi, fokusnya pemain itu, semangat pemain itu tadi dipatahkan ya oleh keputusan-keputusan kontroversial referee. Tadi udah nunjuk ke kita tapi balik lagi ke sana. Kan ada beberapa. Ya mudah-mudahan lah ke depannya akan lebih baik lagi untuk semua pihak yang terlibat di sepak bola kita,” kata Widodo.
Disinggung soal kartu kuning yang diterimanya saat pertandingan, Widodo tak mau berkomentar banyak. “Sepanjang karier saya sebagai pemain selama 20 tahun saya hanya pernah terima 1 kartu kuning. Hanya satu. Sekarang jadi pelatih, malah dapat kartu kuning. Kenapa? Karena keputusan wasit yang kontroversial,” ujar Widodo.
Statistik mencatat, PSIS Semarang sejatinya kalah dominan dari Persita Tangerang. PSIS hanya memiliki 38 persen penguasaan bola, namun tampil gemilang dengan melepaskan sembilan peluang tepat sasaran berbanding enam tembakan akurat milik Persita.
Kemenangan ini membuat PSIS Semarang naik ke posisi enam klasemen sementara dengan raihan 27 poin. Adapun Persita Tangerang tetap di urutan kedelapan dengan jumlah 22 poin.
Pemain belakang Persita Syaeful Anwar mengatakan tidak ingin berpolemik terlalu banyak terkait keputusan controversial wasit. Dia hanya ingin menatap pertandingan selanjutnya dengan lebih baik. (gatot)