SATELITNEWS.ID, BANTEN—Lembaga Analis dan Konsultan Sosial Politik Indonesia, Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) kembali merilis hasil survei nasional tren Elektoral partai politik. Hasil survei tersebut merupakan review termin keempat atau sesi terakhir survei CISA di tahun 2021 setelah sebelumnya merilis survei termin ketiganya pada September 2021 yang lalu.
Survei CISA yang dimulai sejak tanggal 1 sampai 7 Desember 2021 yang menyasar 1.200 responden di 34 Provinsi. secara proporsional melalui penarikan sampel dengan menggunakan metode Simple Random Sampling yang Margin of Errornya mencapai 2,85 persen, dengan tingkat kepercayaan pada 95 persen juga berhasil memotret tren elektoral partai politik terkini.
Dari hasil survei yang dilakukan CISA, tiga partai politik yang paling tren saat ini yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Demokrat dan Partai Golkar. PDIP meraih angka 24,92 persen, lalu Partai Demokrat mencapai angka 18,83 persen. Kemudian partai Golkar mendapatkan 13,09 persen.
Selanjutnya pada posisi dibawah tiga besar yaitu ada Partai Gerindra kembali pada posisi keempat dan meraup 10,5 persen kemudian di posisi kelima ada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mendapatkan 10,25 persen, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 6,5 persen, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang meraih 5,75 persen.
“Partai Amanat Nasional (PAN) sebesar 3,66 persen, sedangkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hanya mendapatkan 2,92 persen serta ada 3,58 persen yang memilih parpol lainnya,” kata Herry Mendrofa, Direktur Eksekutif CISA melalui siaran persnya kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Diketahui, penilaian ini pun mengacu pada aspek yang meliputi Integritas, Kepemimpinan, Kinerja, Inovasi, Transparansi, Akuntabilitas, Popularitas serta Kepercayaan Publik.
Selain itu, survei CISA yang dimulai sejak tanggal 1 sampai 7 Desember 2021 itu juga berhasil memotret tren elektoral terkini Kandidat Capres menjelang Pilpres 2024.
Dari hasil Survei yang dilakukan CISA terhadap elektoral terkini dengan mengambil simulasi terhadap 15 kandidat, yang berada pada posisi tiga teratas yaitu Ganjar Pranowo berada pada urutan pertama, urutan kedua yaitu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan urutan ketiga Anies Baswedan.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bisa menduduki posisi pertama hasil survei dengan mendapatkan 16 persen. Sedangkan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berada pada posisi kedua dengan mendapatkan 14 persen. Untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendapatkan 13,33 persen.
“Kemudian Sandiaga Uno mendapatkan 6,93 persen, Airlangga Hartarto 6,25 persen, sedangkan Prabowo Subianto harus rela keluar dari posisi 5 besar yang mendapatkan 6 persen. Selanjutnya ada nama Ridwan Kamil di 4,67 persen, Puan Maharani 4,58 persen, Andika Perkasa 3,92 persen, La Nyala Matalitti 3,83 persen, Muhaimin Iskandar 3,25 persen, Khofiffah Indar Parawansa 2,83 persen, Erick Thorir 2,83 persen, Salim Segaf Al Jufri 2,25 persen serta Zulkifli Hasan 1,67 persen sedangkan yang menjawab Tidak Tahu atau Tidak Menjawab 7,67 persen,” ucap Herry Mendrofa.
Menanggapi hasil survei, Ketua Fraksi Partai Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten Mahpudin menyampaikan hasil survei tersebut bisa menjadi evaluasi, terutama di DPC PD Kabupaten Lebak agar hasil survei lebih tinggi perolehannya dibandingkan saat ini.
Kedepannya kata Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Lebak itu, kader-kader yang ada di Lebak akan semakin solid serta terus bersinergi dengan masyarakat, karena pada hakikatnya tujuan Partai Demokrat bukan kekuasaan akan tetapi berkoalisi dengan rakyat dan memperjuangkan harapan rakyat.
“Tentu kami akan semakin solid, hasil survei yang dilakukan berbagai lembaga survei ini akan terus menjadi bahan evaluasi kedepannya, kami sebagai kader Partai Demokrat tentu akan terus menjalankan perintah-perintah Ketua Umum Mas AHY karena arahan beliau terhadap kader-kader Partai Demokrat agar mampu memperjuangkan harapan-harapan masyarakat,” katanya saat diwawancara wartawan melalui sambungan telpon, Sabtu (11/12/2021).
Selain itu, Mahpudin mengaku bangga terhadap Ketua Umum Partai Demokrat yang usianya terbilang muda akan tetapi bisa menyaingi dan mengalahkan elektoral yang lebih senior. “Saya merasa bangga dengan Ketum Mas AHY, walau usianya sangat muda akan tetapi bisa bersaing dengan yang sudah senior-senior,” kata Mahpudin.
Dengan demikian, menurutnya saat ini peran anak muda di Indonesia semakin terbukti, hal itu tentu menjadi semangat baru kamum milenial terutama di Demokrat untuk berperan dalam mengisi kemerdekaan Indonesia dengan hal-hal yang positif.
“Muda adalah kekuatan ini memang nyata, karena saat ini Negara membutuhkan kaum-kaum milenila dalam berkifrah mengisi semua sektor. Pemuda merupakan harapan bagi bangsa Indonesia,” pungkasnya. (rls/aditya)