SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang menyarankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang untuk menyiapkan opsi lainnya dalam menekan angka pengangguran. Salah satunya dengan mengoptimalkan balai latihan kerja untuk pencari kerja atau masyarakat Kabupaten Tangerang.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tangerang, Sapri mengatakan, upaya jangka pendek Pemkab Tangerang dalam menekan angka pengangguran melalui sektor investasi perumahan permukiman atau properti juga bagus, namun itu masih terbatas dalam peluang tenaga kerja. Kata dia, Pemkab Tangerang bisa mengoptimalkan peran balai latihan kerja dengan kebutuhan kerja saat ini.
“Paling banyak juga pekerja kasar atau kuli bangunan dari luar Kabupaten Tangerang, jadi sektor investasi perumahan pemukiman tidak berdampak luas. Yang paling dirasakan dampaknya itu optimalisasi balai latihan kerja,” ujar Sapri kepada Satelit News, Kamis (16/12/2021).
Sapri yang juga politisi PKS ini mencontohkan, bahwa pemerintah perlu menyiapkan materi pelatihan kerja yang banyak dibutuhkan seperti jasa servis AC. “Di Kabupaten Tangerang kan banyak perumahan, bisa tuh pelatihan servis AC. Itu kan dibutuhkan, tidak hanya perumahan yang pakai AC tapi juga kantor pemerintahan, BUMN, BUMD yang perlu diservis dan rutin. Ini tentu bisa menyerap banyak tenaga kerja,” jelasnya.
Kemudian kata Sapri, pelatihan untuk karyawan di sektor bisnis dan pariwisata juga bisa dilakukan. “Seiring mal dan restoran yang sudah mulai beroperasi, ini juga peluang kerja. Disnaker (Dinas Tenaga Kerja) bisa bersinergi dengan dinas terkait lainnya untuk menyediakan tenaga kerja siap pakai,” imbuhnya.
Menurut Sapri, Pemkab Tangerang melalui Disnaker Kabupaten Tangerang harus juga punya alternatif lain dalam memperluas peluang lapangan kerja. Seperti Disnaker membangun komunikasi dengan perusahaan yang ada di Kabupaten Tangerang, yang hasilnya nanti ada kesepakatan antara pihak perusahaan dan pekerja seperti gaji tidak dibayar penuh. “Yang penting buruh tetap bisa bekerja dan tidak di-PHK, karena perusahaan tidak mampu membayar gaji,” tandasnya.
Bahkan Sapri menilai, di sektor lainnya juga masih berpeluang, yakni optimalisasi lahan pertanian atau lahan tidur milik swasta yang belum digunakan untuk dijadikan lahan pertanian atau perkebunan produktif. “Pemerintah bisa menjembatani hal ini, selain memberikan bantuan alat,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Hingga akhir 2021, angka pengangguran di Kabupaten Tangerang tembus 239.788 orang. Kondisi ini menjadi sorotan dalam Rapat Rapat Kerja Lembaga Kerjasama (LKS) Tripartit Kabupaten Tangerang, yang dipimpin Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar di Ruang Bola Sundul, Gedung Usaha Daerah (GUD), Pusat Pemkab Tangerang, Tigaraksa, Rabu (15/12/2021). Untuk solusi jangka pendek, Pemkab berharap banyaknya investasi properti saat ini dapat membuka lapangan kerja yang sangat luas.
“Kalau untuk jangka pendek ini, kita mencari peluang untuk mencari investasi tidak saja di bidang industri, tapi juga di bidang lain yang memungkinkan untuk menerima atau membuka lapangan pekerjaan yang sangat luas. Pada saat ini yang menjadi tujuan investasi di Kabupaten Tangerang salah satu primadonya adalah perumahan permukiman, baik yang berskala menegah ke bawah maupun yang menegah ke atas,” kata Bupati Zaki kepada Satelit News, usai Rapat Kerja LKS Tripartit didampingi Beni Rachmat, Plt Kepala Disnaker Kabupaten Tangerang.
Lanjut Zaki, sektor inilah (properti) yang coba Pemkab Tangerang prioritaskan, serta diharapkan terjadi pembukaan peluang kerja maupun lapangan kerja yang cukup besar volumenya. “Tujuannya tadi agar angka pengangguran terbuka yang cukup tinggi diakibatkan oleh pandemi ini, bisa terserap secara bertahap di sektor-sektor tersebut. Angka pengangguran di Kabupaten Tangerang tembus 239.788,” kata Zaki.
“Selain itu, sektor industri dan manufaktur, kita terus buka peluang untuk menarik investasi, ataupun juga menarik para industrial dan pabrik untuk hadir ke Kabupaten Tangerang,” imbuhnya. (aditya)