SATELITNEWS.ID, LEBAK—Tim verifikasi dampak gempa dengan magnitudo 6.6 di Kabupaten Lebak selesai dilakukan. Tim ini melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Perkim.
Hasilnya adalah dari 282 rumah di 28 kecamatan yang dilaporkan mengalami rusak akibat gempa bumi hanya 15 rumah yang dinyatakan mengalami rusak berat. Kini, Pemkab Lebak tinggal mengusulkan ke Pemprov Banten dan pusat untuk bantuannya.
Kepala Pelaksana BPBD Lebak Febby Rizki Pratama mengatakan, verifikasi terhadap ratusan rumah yang terdampak akibat gempa bumi magnitudo 6,6 yang berpusat di Sumur Pandeglang tersebut telah selesai dilakukan.
“Ada 282 rumah yang diverifikasi oleh tim (BPBD, DPUPR, Perkim), hasilnya ada 215 rumah yang dinyatakan rusak, 15 diantaranya rusak berat, rusak sedang 73 rumah dan 127 rusak ringan. Sementara sisanya, yakni 67 rumah dinyatakan oleh verifikator tak masuk kriteria,” kata Febby, Rabu (26/01/2022).
Febby menjelaskan, form penilaian terhadap ratusan rumah yang dilaporkan mengalami kerusakan dampak gempa tersebut, dengan menilai rumah tersebut retaknya parah, apalagi sampai ambruk, jelas masuk kategori.
“Jadi ada form penilaian kerusakan yang masing-masing bagian rumah ada bobotnya. Nah, 67 rumah ini enggal masuk, misalnya beberapa genteng melorot atau memang ada keretakan bagian dinding tapi hanya kecil, itu enggak masuk ke kriteria,” papar Febby.
Baca Juga: Di Bukit Sunyi Lebak, Ribuan Umat Katolik Datang Menitipkan Harapan di Goa Maria Kanada
Kemudian, hasil verifikasi itu divalidasi lalu disetujui oleh pihak kecamatan jika rumah-rumah tersebut diusulkan mendapat bantuan perbaikan. Usai divalidasi, verifikasi baru akan kembali dilakukan terhadap data tambahan yang jumlahnya 57 rumah. “Pemkab lalu akan mengajukan bantuan ke pemerintah provinsi dan pusat, dan karena ini sifatnya bencana jadi bisa ditangani daerah dan pusat,” katanya.
Kepala Dinas PUPR Lebam Irvan Suyatupika menambahkan, verifikasi akan dilakukan terhadap jumlah tambahan sebanyak 57 rumah yang dilaporkan mengalami rusak akibat gempa. “57 rumah itu tambahan dalam perjalanan verifikasi sebanyak 282 rumah. Ya kita nanti verifikasi kembali,” tambahnya.(mulyana)
