SATELITNEWS.ID, LEBAK– Ratusan petani Desa Mekarjaya, Kecamatan Cimarga, menggelar aksi demo di depan kantor Bupati Lebak, Kamis (03/02/2022). Aksi tersebut sebagai desakan kepada pemerintah daerah untuk segera melakukan normalisasi ratusan hektare sawah yang kini tidak bisa digarap akibat tertutup endapan limbah pasir.
Aksi yang berlangsung di pagi itu berjalan lancar lantaran dijaga ketat kepolisian dan Satpol PP Lebak. Dengan membawa berbagai atribut demo seperti spanduk dan beberapa kertas karton yang bertuliskan berbagai keluh kesah mereka, para pendemo meminta Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya untuk segera melakukan tindakan agar sawah bisa kembali digarap untuk menyambung hajat hidup petani tersebut.
“Susah belasan tahun saya saya tidak bisa digarap lantaran tertimbun endapan limbah pasir. Maka, kedatangan kami meminta Bupati Iti untuk segera melakukan tindakan agar sawah kami bisa segera bisa digarap,” kata Tata petani sawah Desa Mekarjaya.
Menurut Tata, dampak endapan limbah pasir jelas menghilangkan sumber mata pencaharian utama mereka sebagai petani. Sebab, limbah pasir ini sudah ada belasan tahun. “Sawah kita mati, bener- bener mati. Gak bisa diapaian karena tingginya endapan limbah pasir. Kondisi itu pun membuat petani dalam memggarap sawahnya mati suri. Bahkan gak ada yang berani turun ke sawah,” katanya.
Senada dikatakan Sardan. Dirinya mengaku sudah memperjuangkan hak para petani agar bisa kembali menggarap sawah mereka dalam beberapa tahun terakhir ini, namun hingga kini tidak ada timbal balik dari pemerintah daerah maupun pihak perusahaan tambang pasir sekitar untuk bertanggung atas persoalan tersebut. “Saya sudah dua tahun memperjuangkan hak para petani, tapi hingga sekarang ga ada respon serius dari pemerintah. Perushaan juga ga ngasih ganti rugi,” pungkasnya.
Kepala Dnas Satpol PP Lebak, Dartim saat menemui pendemo berjanji akan menindaklanjuti keluhan para petani ini kepada Bupati Lebak. “Ya sudah kita mediasi, nanti segera ditindaklanjuti. Kita akan sampaikan terlebih dahulu persoalan ini kepada pimpinan agar bisa mencari solusinya,” pungkasnya.(mulyana)