SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Persita berhasil mencuri satu poin dari kandang Bhayangkara FC setelah bermain imbang dengan skor 2-2 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (1/3). Kemenangan Persita itu harus dibayar mahal dengan cederanya Dedi Gusmawan.
Persita bermain baik dan atraktif saat menghadapi Bhayangkara FC. Sejak awal, skuad Persita tampil menyerang dan melakukan bangunan serangan yang matang.
Peluang pertama Persita muncul di menit ke-8 saat Kasim Botan berhasil mengecoh lawan menuju ke dalam kotak penalti, namun kerja sama yang dibangun masih kurang solid.
Dua menit berselang, Persita mencetak gol. Dari skema penyerangan yang sederhana, Andre mengirimkan umpan dari sisi kanan dan langsung dieksekusi kaki kiri Harrison Cardoso. Skor berubah 0-1 untuk keunggulan Persita.
Baru saja unggul, Persita malah kebobolan di menit ke-14 dari tendangan bebas Anderson Salles. Skor pun kembali berubah 1-1.
Beberapa kali peluang tercipta untuk sisi Persita baik dari kanan maupun kiri lapangan. Tapi sayang, belum ada yang cukup mumpuni untuk dikonversi jadi gol. Menit ke-24, berawal dari tendangan sudut yang dieksekusi Harrison dan rebound, lesatan tendangan Edo langsung menuju ke gawang lawan, namun sayang, lagi-lagi masih belum terlalu bertenaga untuk bisa menambah gol.
Perlahan-lahan Persita berusaha menguasai bola menit demi menit. Dengan harapan permainan lebih terkontrol dan kombinasi bisa dilakukan seperti halnya yang emnghasilkan gol pertama. Masuk menit ke-30, tensi pertandingan pun meninggi. Total sudah ada 3 kartu kuning yang dikeluarkan wasit untuk kedua belah pihak. Dua untuk Bhayangkara FC dan 1 untuk Persita.
Hingga turun minum, meski ada beberapa peluang yang kembali tercipta, namun skor tidak mengalami perubahan. Babak pertama ditutup dengan skor 1-1.
Memulai babak kedua, belum ada pergantian pemain di kubu Persita yang dilakukan Pelatih Kepala Widodo Cahyono Putro. Namun Bhayangkara FC justru unggul lebih dulu melalui Anderson Salles di menit 45. Skor berubah 2-1.
Pada menit 57, pergantian pemain dilakukan. Andre Agustiar keluar digantikan Ahmad Nur Hardianto.
Persita kembali melakukan pergantian pemain di menit ke-65. Taufiq Febriyanto dan Miftahul Hamdi masuk menggantikan Ricki Ariansyah dan Taylon Correa, dengan harapan akan lebih banyak Namun titik terang baru terjadi di menit ke-68 saaat tendangan volley Edo Febriansah bisa menjebol gawang lawan. Skor berubah 2-2.
Menit ke-73 sebuah insiden tak mengenakkan terjadi Dedy Gusmawan dijatuhkan di kotak penalti Persita. Lawan diganjar kartu merah, namun Dedy terpaksa harus dilarikan dengan ambulans ke rumah sakit terdekat.
Bermain dengan satu pemain lebih banyak, serangan demi serangan pun dilakukan kubu Persita. Namun sebanding pula dengan pertahanan yang harus dilakukan. Persita maish kesulitan untuk menembus pertahanan lawan yang bermain sangat rapat.
Hingga peluit akhir dibunyikan, tak ada tambahan gol untuk kedua belah pihak. Pertandingan berakhir dengan skor serupa, berimbang 2-2. Satu poin dari pekan ke-28.
Pelatih Kepala Persita, Widodo Cahyono Putro mengaku akan terus berbenah untuk memperbaiki kesalahan di masa depan. Satu poin itu disyukuri Widodo.
“Pertandingan tadi memang target kami kepengin bisa poin penuh. Tapi ternyata kita tidak bisa. Tapi kita syukuri juga kita dapat poin satu. Yang terpenting ke depan terus memperbaiki. Jangan sampai membikin kesalahan-kesalahan yang memang akan menjadikan gol buat tim lain,” ujar Widodo.
Ketika ditanya soal kondisi Taylon Correa, striker asing asal Brasil yang tampaknya masih kesulitan untuk menambah jumlah golnya bersama Persita, Widodo menganggap Taylon memang susah melakukab pergerakan karena terapan strategi dari lawan yang efektif.
“Tentunya ada di taktikal di situ yang mungkin membuat Taylon tidak bisa berkembang, taktikal dari Bhayangkara maksudnya. Jadi kenapa tadi di babak kedua dia digeser supaya dia mendapatkan ruang yang lebih sehingga dia bisa akselerasi. Tapi memang kondisi dan fisiknya tidak mendukung untuk 90 menit akhirnya kita ganti,” ungkap Widodo.
Sementara itu, disinggung soal kondisi kesehatan Dedy Gusmawan yang mengalami cedera saat pertandingan dan dilarikan ke rumah sakit, Widodo menyebut kondisinya sudah membaik.
“Tadi ada informasi Dedy Gusmawan sudah mulai sadar. Jadi saya harapkan dia tidak serius ya. Tapi kita belum tahu, belum ada kabar dari dokter tim,”tandasnya.
Edo Febriansah, perwakilan pemain sekaligus pencetak gol penyeimbang Persita sore tadi menyebut ia dan rekan-rekannya bersyukur bisa mendapatkan satu poin.
“Bersyukur sudah dapat satu poin. Ke depan kami akan mencoba meraih hasil maksimal di pertandingan selanjutnya. Dan pertandingan ini jadi pembelajaran kami untuk berkembang setiap harinya,”tandasnya.
Lebih lanjut Edo menyebut, ia senang bisa berkontribusi untuk hasil poin yang diterima Persita. Meski begitu, ia tak cepat puas dan tetap memacu diri untuk tampil lebih baik lagi dari hari ke hari.
“Yang pastinya saya senang dapat membantu tim untuk meraih poin. Dan ke depan say akan terus belajar terus setiap harinya agar lebih bisa membantu tim lagi untuk meraih kemenangan setiap pertandingan selanjutnya,” pungkasnya. (gatot)