SATELITNEWS.ID, TANGERANG-Miris, seorang balita di Kampung Bojong Bitung RT02/RW 05, Desa Ciangir, Kecamatan Legok menderita gizi buruk dan hedrosefalus. Orang tua balita dengan nama Annisa usia 1,5 tahun ini berharap, adanya bantuan dari berbagai pihak untuk pengobatan total anaknya.
Maman selaku Ayah Annisa mengatakan, bahwa sudah 1 tahun 4 bulan anaknya menderita penyakit hedrosefalus. Namun kata dia, belum ada pengobatan yang kongkrit untuk penyembuhan anaknya tersebut.
Meskipun pihak Puskesmas dan Kecamatan sudah mendatangi putri tercintanya, namun kata Maman, sampai saat ini belum ada tindakan nyata terkait proses penyembuhan Annisa.
“Gak ada janji atau gimana, cuma kalau di rumah sakit ada kesulitan, ya paling minta tolong gitu doang. Itu pun yang bilang Kapolres (Tangsel). Kalau bantuan dari camat belum ada, cuma mengunjungi dan bantu buat beli susu. Kalau dari Puskesmas dia cuma sekedar bantu saja, kalau ada kesulitan tinggal ngomong aja katanya,” ungkap Maman, Selasa (15/3).
Diketahui anak kedua dari Pasutri, Maman (48) dengan Irmawati (31) ini, telah menderita penyakit tersebut sejak berumur 1 bulan. Saat itu kata Maman, kondisi kepala anaknya tersebut terlihat lembek. Kemudian seiring berjalan waktu hingga sampai sekarang kondisi kepala anaknya itu kian membesar.
“Awalnya kepalanya lembek, nangis terus. Tidurnya harus miring. Kalau malam gak pernah tidur,” tuturnya.
Baca Juga: Tangkap Kurir di Tol Bitung, Polres Tangsel Sita 40 Kg Ganja
Dikatakan Maman, selain menderita gizi buruk dengan kepala membesar, anak perempuannya juga menderita penyakit Dermatitis, yaitu merupakan kondisi di mana terjadi ruam atau gatal pada kulit. Lanjutnya, kondisi tersebut bisa membuat kulit membengkak dan memerah, serta bisa menyebabkan kulit melepuh, mengeluarkan cairan, mengembangkan kerak, bahkan mengelupas.
Maman menjelaskan, bahwa anaknya tersebut sempat mendapat perawatan di rumah sakit. Selain itu kata dia, Annisa juga harus melakukan kontrol tiga kali dalam sebulan. Namun lagi-lagi, karena keterbatasan biaya itu pula, dia tidak membawa anaknya untuk cek up ke rumah sakit.
“Kemarin kontrolnya kan sepuluh hari sekali, itu kan kalau ada (ongkosnya). Kalau enggak ada mah (engga berangkat),” katanya.
Maman mengaku kesulitan perihal biaya pengobatan untuk anaknya itu, dikarenakan dia hanya berprofesi sebagai pekerja serabutan. Maka dari itu, di tengah menjalani perawatan anaknya di RS, pihaknya terpaksa membawa pulang Annisa untuk dirawat di rumah.
Maman berharap ada tindak lanjut nyata yang dilakukan pemerintah setempat, agar anaknya bisa tertolong dari penyakit yang mungkin bisa kapan saja merenggut nyawa anaknya tersebut.
“Bukan niat mengemis bantuan, tapi semoga ada jalan keluar atas penyakit anak saya ini. Sedangkan untuk bantuan susu atau biskuit bayi yang seharusnya ada dalam program Puskesmas saja tidak pernah dapat,” ucapnya.
Baca Juga: Begini Kondisi Terkini Bocah Asal Pandeglang yang Alami Gizi Buruk
Sementara itu, Kepala Puskesmas Bojong Kamal, Made Kusuma Dewi turut membenarkan kondisi kesehatan yang diderita oleh Annisa. Dia mengaku, anak tersebut sudah dalam pendampingan pihaknya.
“Iya, adik cantik itu namanya Nisa, sekarang sudah 1 tahun dalam pengawasan dan pendampingan kami Puskesmas Bojong Kamal. Sejak usia 1 bulan Februari 2021, kami rujuk ke RSU Tangerang dan sampai sekarang dalam pantauan Puskesmas,” terangnya. (alfian/aditya)
























