SATELITNEWS.ID,TANGERANG—Dua atlet muda Kabupaten Tangerang menunjukkan potensinya pada Kejurnas Menembak Jaksa Agung Cup 2022 di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta 27 – 30 Juni 2022. Xyera Najla Annahl Alam dan Ryuta Hamada Goh meraih dua medali perunggu dari dua nomor yang diikuti.
Pada ajang Jaksa Agung Cup, Xyera Najla Annahl Alam meraih dua medali perunggu. Perunggu pertama diraih dari nomor 10 m air rifle women youth pada, Senin (27/6) sore. Medali perunggu kedua diraih Xyera bersama Ryuta Hamada Goh di nomor 10 m air rifle mixed team, Selasa (28/6) siang.
Pada nomor 10 m air rifle women youth, Xyera sebenarnya tampil menawan di babak penyisihan dimana ia mampu berada di posisi kedua di bawah petembak Jawa Barat Domminique R.K Sampangai yang keluar sebagai juara. Xyera diatas Khusnul Hua Nadila asal Aceh.
Namun sayang semua berubah di babak final dimana Khusnul Hua mampu bertanding lebih baik dan mampu melampaui total nilai Xyera dengan hanya selisih 2 poin saja. Di babak final Xyera juga tampil baik dimana mampu menipis kan selisih di babak penyisihan dari 6 poin menjadi 5 poin.
Di nomor pasangan (mix) Xyera dan Ryuta berada di posisi ketiga dibawah Domminique R.K Sampangai dan M. Ridho Madani dari Jawa Barat yang keluar sebagai juara pertama dan pasangan DKI Jakarta M. Syahreza Gunawan dan Krisdiana Marselina yang tampil sebagai juara kedua.
“Ini menjadi prestasi yang membanggakan Pengcab Perbakin Kabupaten Tangerang yang secara rutin menjadi juara baik di level internasional maupun nasional. Kami yakin kedepan Kabupaten Tangerang akan terus bisa menghasilkan atlet berprestasi,” ucap Anton Budiman, Ketua Pengcab Perbakin Kabupaten Tangerang.
Sementara Theodora Dasantari pelatih menembak Kabupaten Tangerang cukup puas dengan apa yang dihasilkan Xyera maupun Ryuta. Khusus dengan Xyera hasil Kejurnas kali ini merupakan hasil evaluasi dari yang terjadi saat mengikuti Thailand Open Championship.
“Dari penampilan Xyera di babak penyisihan sudah terlihat perkembangan yang cukup baik, tapi saat di final dia nervous (grogi, red) berlebihan. Ia masih sedikit memikirkan mengejar poin ketimbang menjalankan disiplin teknik, jadi penampilannya tidak stabil,” ujar Theodora. (jpg/gatot)