SATELITNEWS.ID, SERANG – Pemprov Banten, tengah mengatur strategi dalam menghadapi krisis pangan yang saat ini sudah mulai terjadi di beberapa negara di belahan dunia.
Dalam beberapa tahun terakhir, krisis pangan tidak lagi menjadi sebuah momok yang menakutkan, tetapi dalam realitanya sudah benar-benar terjadi.
Strategi yang sedang dipersiapkan itu mencakup tiga jenjang penyelesaian, jangka pendek, menengah dan panjang. Jangka pendek bisa dilakukan dengan intervensi pasar oleh pemerintah dan mencukupi suplay bahan kebutuhan pokok daerah.
Saat ini, untuk strategi jangka pendek itu masih dikelola oleh Bulog.
Penjabat (Pj) Sekda Banten M Tranggono mengatakan, untuk jangka menengah akan dilakukan lewat kerjasama antar daerah. Kerjasama ini tentunya bertumpu pada BUMD yang ada yakni PT Agrobisnis Banten Mandiri (ABM).
“Maka dari itu, peran ABM ini sangat vital sekali dalam rangka menjaga pasokan, ekosistem serta rantai pangan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat Banten,” kata Tranggono, Minggu (21/8/2022).
Oleh karenanya, lanjut Tranggono, ia meminta jajaran pengurus ABM yang sekarang bisa bekerja lebih optimal lagi, terutama dalam mempersiapkan ketahan pangan ke depan, baik dalam sektor pertanian, peternakan maupun bidang holtikultura lainnya.
“Saat ini, dibawah kepemimpinan Pj Gubernur Banten Al Muktabar, kami sedang mempersiapkan berbagai landasan dasar untuk hal itu. Sehingga nanti diharapkan, kepemimpinan ke depan tinggal melaksanakan hal-hal teknis yang berkaitan langsung dengannya,” ujarnya.
Selama ini, tambahnya, produk pangan kita banyak disuplay dari luar daerah, padahal Banten sendiri bisa melakukannya secara mandiri, apalagi dengan bonus demografi yang dimiliki, Banten mempunyai keuntungan lebih.
“Kita punya Bandara, Pelabuhan dan dekat dengan DKI Jakarta. Jika semua itu bisa dioptimalkan oleh ABM, maka itu merupakan sebuah hal yang bukan tidak mungkin bisa dilakukan,” pungkasnya.
Sedangkan untuk jangka panjangnya, Pemprov Banten akan mengajukan pembuatan food estate di beberapa titik, terutama di wilayah Kabupaten Pandeglang dan Lebak yang sangat potensial untuk pengembangan potensi pertanian, perkebunan dan peternakannya.
“Food estate itu saya yakin akan optimal dengan infrastruktur jalan tol yang akan tersambung dari Serang sampai Panimbang, dimana nanti food estate itu akan tersambung langsung dengan exit tol yang ada,” tambahnya.
Dijelaskan Tranggono, dengan adanya food estate ini, diharapkan nanti dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dan juga daerah.
Jika hal itu sudah bisa dilakukan, maka persoalan stunting dan lainnya akan bisa dengan mudah kita cegah dan tangani
“Pak Gubernur sudah melakukan kerjasama dengan Kejati untuk memanfaatkan lahan-lahan yang tidak produktif untuk ditarik kembali. Selain itu kami juga sedang mencari lahan-lahan yang ada di Kabupaten dan Kota yang tidak produktif untuk dikembangkan sebagai lahan produktif pertanian,” jelasnya. (mg2)